"Mereka juga akan diperkenalkan dengan teknologi pertanian modern seperti Petro Spring (Smart Precision Farming) yang dikembangkan oleh Petrokimia Gresik,” ujar Dwi Satriyo.
Baca Juga: Petrokimia Gresik dan BUMN Area Jawa Timur Kirim Bantuan untuk Korban Erupsi Gunung Lewotobi di NTT
Sejak diluncurkan pada 2022, program Taruna Makmur telah berhasil mencetak 264 lulusan dari berbagai Polbangtan di seluruh Indonesia.
Keberlanjutan program ini mencerminkan besarnya manfaat yang dirasakan oleh petani binaan dan sektor pertanian secara keseluruhan.
“Kami berharap para Taruna Makmur dapat terus mengaplikasikan ilmu yang mereka miliki untuk memajukan pertanian di Indonesia.
"Lebih dari itu, mereka diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda lain untuk ikut berkontribusi dalam mewujudkan swasembada pangan,” pungkas Dwi Satriyo.
Program Taruna Makmur tidak hanya memperkuat sektor pertanian, tetapi juga menciptakan generasi muda yang siap menghadapi tantangan global di bidang agribisnis.
Dengan kolaborasi antara inovasi teknologi dan dedikasi generasi muda, sektor pertanian Indonesia optimis dapat mencapai kemandirian pangan yang berkelanjutan.***
Artikel Terkait
Petrokimia Gresik Salurkan Rp75 Juta untuk Bantu Perbaikan Geladak Milik Lima Kelompok Nelayan di Kelurahan Lumpur
Petrokimia Gresik dan BUMN Area Jawa Timur Kirim Bantuan untuk Korban Erupsi Gunung Lewotobi di NTT
Menuju Indonesia Emas 2045, Petrokimia Gresik Dorong Insinyur Indonesia Berperan dalam Hilirisasi Industri dan Swasembada Pangan
Petrokimia Gresik Raih Empat Penghargaan di Ajang "BUMN Brand & Marketing Award 2024"
Hortikultura Berkelanjutan di Desa Tawangargo, Inisiatif Sukses dari Program TAMENG Petrokimia Gresik