Proyek-proyek baru yang diraih WIKA pada periode ini meliputi EPC Coal Handling Train Loading System (TLS) 6 & 7 di Sumatera Selatan senilai Rp1,80 triliun serta proyek Jalan Tol IKN Seksi 1B Segmen Bandara Sepinggan - Tol Balsam di Balikpapan dengan nilai Rp675 miliar.
Kedua proyek ini menggunakan skema pembayaran monthly progress dengan uang muka, sejalan dengan transformasi WIKA menuju strategi yang berfokus pada arus kas.
Agung BW menyoroti pentingnya sektor EPC (Engineering, Procurement, and Construction) sebagai salah satu keunggulan WIKA.
Dengan proyek seperti EPC Coal Handling TLS dan RDF Plant Rorotan, pabrik pengolahan sampah RDF terbesar di dunia, portofolio WIKA di bidang EPC semakin solid.
Baca Juga: Presiden Jokowi Resmikan 2 Proyek WIKA, Wujudkan Peningkatan Kualitas Infrastruktur di Jawa Timur
“Kami yakin sektor EPC akan menjadi andalan WIKA ke depan.
"Proyek-proyek besar ini mengukuhkan posisi kami sebagai perusahaan konstruksi EPC terbaik di Indonesia,” tegasnya.
Seiring fokus pemerintah pada hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah dalam negeri, WIKA berkomitmen mendukung misi Asta Cita Pemerintah.
Dengan kompetensi dan portofolio EPC terbesar di Indonesia, WIKA optimis dapat berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Pencapaian WIKA hingga akhir 2024 ini menunjukkan transformasi yang berhasil serta keberhasilan dalam menjaga kepercayaan mitra dan pemerintah.
Ke depan, WIKA terus berkomitmen untuk menjadi pelopor dalam industri konstruksi Indonesia.***
Artikel Terkait
Presiden Jokowi Resmikan 2 Proyek WIKA, Wujudkan Peningkatan Kualitas Infrastruktur di Jawa Timur
PT Wijaya Karya (WIKA) Catatkan Peningkatan Efisiensi dan Profitabilitas di Tengah Tantangan Infrastruktur
Inovasi Teknologi Modular Antarkan WIKA Gedung Raih ISDA 2024
Inovasi M-Sand Jadi Salah Satu Kunci WIKA Selesaikan Proyek Flyover Madukoro
Langkah Strategis Transformasi, InJourney Hospitality Lakukan Share Swap Saham HIPro dengan WIKA