Dari Hulu ke Hilir, Satgas Nataru Pertamina Berhasil Kawal Energi Tanpa Henti

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Kamis, 9 Januari 2025 | 17:45 WIB
Wamen ESDM memantau kesiapan Satgas Nataru Pertamina di Medan, Sumatera Utara pada Senin (23/12/2024). (Dok. Pertamina)
Wamen ESDM memantau kesiapan Satgas Nataru Pertamina di Medan, Sumatera Utara pada Senin (23/12/2024). (Dok. Pertamina)

Salah satunya, melalui penyediaan Serambi MyPertamina di 22 titik layanan, mencatatkan 14.101 pengunjung selama masa satgas.

Baca Juga: Lowongan Receptionist di PT MUM: Segera Lamar dan Gabung Jadi Insan BUMN

Sementara itu, Subholding Refining & Petrochemical PT Kilang Pertamina Internasional konsisten menjaga stok minyak mentah terhadap ketahanan minimal stok kilang, dengan menjaga tingkat kapasitas pengolahan kilang sebesar 1,091 mb/day.

Fadjar menambahkan, dengan dukungan Subholding Integrated Marine Logistics PT Pertamina International Shipping (PIS), Pertamina berhasil mendistribusikan energi hingga pelosok negeri.

Sejalan dengan meningkatnya kebutuhan energi, volume kargo yang diangkut oleh PIS selama Satgas Nataru ini meningkat hingga 8% dibandingkan periode sebelum Satgas.

Baca Juga: Tips Investasi Emas untuk Pemula: Cocok bagi Kamu yang Baru Mau Mencobanya

Subholding Gas yang dijalankan oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk juga konsisten menjaga pasokan dan keandalan gas dengan menyuplai kebutuhan gas bumi untuk lebih dari 810 ribu sambungan gas rumah tangga di seluruh Indonesia.

Sedangkan pada sektor hulu migas, Subholding Upstream PT Pertamina Hulu Energi terus menjaga momentum peningkatan produksi migas untuk mendukung upaya swasembada energi.

Penyaluran migas berjalan sesuai dengan rencana, begitupun dengan suplai gas bumi ke pembeli.

Baca Juga: KAI Services Tingkatkan Layanan, Area Parkir Double Decker Stasiun Pasar Senen Mampu Tampung 428 Motor

Sejalan dengan transisi energi, Pertamina melalui Subholding Pertamina New and Renewable Energy selama Satgas Nataru telah memproduksi listrik bersih sebesar 441.594 MWh atau lebih besar 2,75% dari rencana produksi 430.521 MWh.

“PNRE pada periode Nataru mampu menjaga operasional pembangkitnya, serta turut berkontribusi dalam ketahanan pasokan listrik nasional yakni untuk pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP on grid) dan pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU),” ujar Fadjar.

Pada kesempatan terpisah, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengapresiasi keberhasilan Satgas Nataru di sektor ESDM.

Baca Juga: Srikandi PLN Wujudkan Bedah Rumah Layak untuk Keluarga di Kalimantan Barat

Ia mengatakan bahwa keberhasilan ini dapat dicapai karena adanya kekompakan dan kerja tim yang aktif.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia

Sumber: Pertamina.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini