Kabar BUMN – PT Waskita Karya (Persero) Tbk kini resmi dihapus dari daftar hitam nasional atau blacklist Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Keputusan ini diambil setelah Majelis Hakim menetapkan putusan berkekuatan hukum tetap terkait perkara tersebut.
Sebelumnya, Waskita Karya sempat diturunkan sementara dari Daftar Hitam Nasional di laman Inaproc setelah Majelis Hakim mengabulkan permohonan perseroan untuk menunda pelaksanaan keputusan tata usaha negara.
Penundaan tersebut berlaku selama proses persidangan hingga keputusan akhir memiliki kekuatan hukum tetap.
“Perseroan menyambut baik putusan Majelis Hakim yang sudah inkrah serta pembatalan sanksi daftar hitam.
"Hal ini memungkinkan kami untuk kembali bersaing dalam tender proyek-proyek pemerintah maupun swasta, yang tentunya memberikan dampak positif pada operasional perusahaan,” ujar Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, Jumat (3/1/2025).
Baca Juga: Waskita Karya Bebas dari Daftar Hitam Nasional, Siap Jalankan Bisnis Keberlanjutan
Di tengah proses transformasi, Waskita mencatatkan Nilai Kontrak Baru (NKB) sebesar Rp6,8 triliun hingga Oktober 2024.
Perseroan optimistis akan terus meningkatkan pencapaian tersebut dengan sejumlah strategi kunci, termasuk memperluas pasar melalui proyek-proyek BUMN, BUMD, dan sektor swasta.
Ermy menambahkan bahwa Waskita akan fokus pada lima rencana strategis utama:
1. Stabilitas Keuangan – Menjaga arus kas perusahaan agar tetap sehat.
2. Kembali ke Core Business – Memperkuat posisi sebagai penyedia jasa konstruksi.
Artikel Terkait
Siap Jadi Kebanggaan Warga Malang, Proyek Renovasi Stadion Kanjuruhan Garapan Waskita Karya Ditinjau Wamen PU
Waskita Karya Pastikan Jembatan Dirgahayu di Tol IKN Segera Rampung, Pangkas Waktu Tempuh Balikpapan ke IKN
Menteri PU Tinjau Dua Proyek Bendungan Garapan Waskita Karya di Jawa Tengah, Pastikan Aliri Air ke Lahan Irigasi
Waskita Karya Bebas dari Daftar Hitam Nasional, Siap Jalankan Bisnis Keberlanjutan
Kinerja Waskita Karya Tahun 2024 Diakui, Apresiasi Mengalir dari Menko Perekonomian hingga Fortune Asia