Telkomsel Dukung Sineas Muda Indonesia melalui Program "Secinta Itu Sama Sinema"

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Sabtu, 11 Januari 2025 | 21:00 WIB
Telkomsel dukung sineas muda Indonesia melalui program  (telkomsel.com)
Telkomsel dukung sineas muda Indonesia melalui program (telkomsel.com)

Kabar BUMN - Telkomsel melalui MAXStream Studios sukses menggelar program "Secinta Itu Sama Sinema" (SISS), sebuah inisiatif yang bertujuan mendukung sineas muda dan komunitas kreatif Indonesia.

Program ini memfasilitasi produksi film pendek berbakat sekaligus membuka peluang baru di dunia perfilman.

Dimulai sejak seleksi pada 27 Agustus 2024, SISS memperkenalkan hasil karya terpilih melalui screening di ajang Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2024 pada 5 Desember 2024.

Baca Juga: Telkomsel Luncurkan IndiHome SMART Camera, Solusi Keamanan Digital untuk Rumah Pintar

Program SISS menjadi salah satu wujud nyata komitmen Telkomsel dalam mendukung pertumbuhan industri kreatif, khususnya perfilman.

Dengan menerima sebanyak 442 proposal premise dan sinopsis, program ini mencerminkan antusiasme besar generasi muda Indonesia untuk berkontribusi di dunia sinema.

Hasil seleksi yang ketat melahirkan tiga sineas muda berbakat, masing-masing menghasilkan film pendek yang ditayangkan di JAFF 2024.

Baca Juga: Telkomsel Hadirkan Promo Netflix Bundle Data, Harga Paket Mulai Rp49.900

Ketiga film ini dinilai berdasarkan kreativitas, keunikan ide, serta kekuatan karakter dan alur cerita.

Tiga Film Pendek Pilihan SISS

Baca Juga: Telkomsel Poin Kamu Jadi Hadiah! Tunggu Pengumuman Poin Gembira Festival 2024

1. Little Rebels Cinema Club – Karya Khozy Rizal, berlatar tahun 2008, menceritakan perjuangan Doddy, bocah 14 tahun, yang berusaha mereplikasi adegan ikonik film zombie bersama teman-temannya menggunakan handycam kakaknya.

2. Film Wajib Tonton Sebelum Mati – Karya Razny Mahardhika, menghadirkan kisah Kino yang harus menghadapi kehilangan setelah rekaman terakhir bersama istrinya dan sahabatnya menjadi kenangan yang tak tergantikan.

3. Final Draft – Karya Hannan Chintya, mengisahkan Ciko, seorang editor film, yang terjebak dalam konflik moral dan profesional saat diminta menghapus seorang aktor penting atas permintaan investor.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dwi NM

Sumber: telkomsel.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini