Pendapatan Fee Based Income BSI Meningkat 34%: Digitalisasi dan Fokus pada Produk Emas Jadi Kunci Sukses

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Minggu, 12 Januari 2025 | 13:00 WIB
Pendapatan fee based income BSI tumbuh 34% pada November 2024. Transformasi digital dan produk emas jadi pendorong utama. (bankbsi.co.id)
Pendapatan fee based income BSI tumbuh 34% pada November 2024. Transformasi digital dan produk emas jadi pendorong utama. (bankbsi.co.id)

Kabar BUMN - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatatkan pencapaian signifikan dalam pendapatan berbasis fee (fee based income/FBI) pada November 2024.

Pendapatan ini tercatat mencapai Rp4,99 triliun, meningkat 34% dibandingkan dengan posisi yang sama pada tahun sebelumnya, yaitu Rp3,73 triliun.

Seiring dengan pertumbuhan FBI, rasio fee based BSI juga mengalami lonjakan, mencapai 18,04% pada November 2024, dibandingkan dengan 15,64% pada November 2023.

Baca Juga: Livin' by Mandiri Permudah Penggemar Basket Beli Tiket IBL 2025, Begini Caranya!

Pada awal merger tahun 2021, rasio ini berada pada level sekitar 14,76%.

Direktur Keuangan dan Strategi BSI, Ade Cahyo Nugroho, mengungkapkan potensi besar dalam pertumbuhan FBI BSI ke depannya.

Ia menyatakan, “Potensi penumbuhan FBI BSI masih sangat besar, di bank besar fee based ratio bisa mencapai di atas 20%.”

Baca Juga: Lowongan Magang Programmer .NET di Perum Lembaga Kantor Berita Nasional Antara

Hal ini menunjukkan bahwa BSI memiliki ruang besar untuk mengembangkan model pendapatan berbasis fee lebih lanjut.

Salah satu pendorong utama dari pertumbuhan ini adalah produk-produk berbasis emas yang saat ini menjadi fokus utama BSI.

Pembiayaan gadai, cicil emas, serta produk Tabungan Emas dan Tabungan Haji kini memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan fee based BSI.

Baca Juga: Viral! Goa Terawang Blora Disulap Jadi Kafe, Hadirkan Suasana Unik yang Jarang Ada

Pada 2024, fee based dari produk gadai dan cicil emas tercatat mencapai Rp834 miliar, tumbuh 24% dibandingkan tahun lalu.

Produk ini berada di posisi teratas, diikuti oleh kegiatan treasury dan financial international dengan pendapatan fee based sebesar Rp809 miliar, yang tumbuh 127,5% dibandingkan tahun sebelumnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini