Wiyono menegaskan bahwa PT PAL Indonesia bertekad untuk terus menyediakan kapal perang yang tidak hanya andal dalam operasi militer, tetapi juga memiliki fleksibilitas tinggi untuk membantu penyelamatan dan perlindungan masyarakat maritim.
Baca Juga: Magang Selama Tiga Bulan di BUMN, Bank Mandiri Buka Lowongan untuk Mahasiswa dari Jurusan Berikut
“Momentum ini juga menjadi pemicu bagi PT PAL untuk terus berinovasi di sektor pertahanan maritim,” tambahnya.
Proses evakuasi KM Scania I dimulai setelah KRI GNR-332 mendapatkan laporan mengenai kapal nelayan yang telah terombang-ambing di laut selama empat hari.
Kolonel Laut (P) Ahmad Ahsan, Komandan KRI GNR-332, menjelaskan bahwa tim segera melakukan aksi dengan memasang tali penarik untuk menarik kapal nelayan menuju perairan yang lebih aman sejauh 22 mil laut, ke Banyuwangi, untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut.***
Artikel Terkait
Menteri ESDM Apresiasi Kolaborasi PT PAL Indonesia dan PLN Hadirkan Pembangkit Listrik Apung di Maluku
KRI Sultan Iskandar Muda Siap Jalankan Misi Perdamaian ke Lebanon Setelah Pemeliharaan Intensif oleh PT PAL
PT PAL Indonesia Mantapkan Langkah untuk Wujudkan Visi Besar di 2025
Menteri ESDM Apresiasi BMPP Nusantara 1 Buatan PT PAL Indonesia
Menhan Jepang Puji Teknologi Canggih Kapal Rumah Sakit TNI AL, KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 Karya PT PAL Indonesia