Direktur Utama PLN Indonesia Power, Edwin Nugraha Putra, menjelaskan bahwa PLTA Jatigede memanfaatkan air dari Waduk Jatigede, waduk terbesar kedua di Indonesia yang telah diinisiasi sejak tahun 1963 dan mulai dibangun pada 2015.
Baca Juga: Produksi Listrik PLN Indonesia Power Meroket ke 84,57 TWh di Tahun 2023
“PLTA Jatigede merupakan salah satu proyek strategis yang dioperasikan PLN Indonesia Power untuk mewujudkan swasembada energi nasional,” ujar Edwin.
Selain menghasilkan listrik berbasis energi terbarukan, PLTA yang berlokasi di Desa Kadujaya, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang ini juga berperan sebagai pembangkit peaker yang memastikan pasokan listrik tetap andal.
“PLTA Jatigede tidak hanya mengurangi emisi karbon sebesar 415.800 ton per tahun, tetapi juga menjadi bagian dari target peningkatan bauran energi terbarukan hingga 23 persen pada 2025 serta mendukung pencapaian Net Zero Emission 2060,” tambahnya.
Baca Juga: PLN Indonesia Power Raih Penghargaan Tertinggi di Indonesia Regulatory Compliance Awards 2024
Edwin menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa keberadaan PLTA Jatigede memperkuat komitmen PLN Indonesia Power dalam transisi energi bersih serta mendukung visi besar Asta Cita Presiden Republik Indonesia untuk merawat sumber daya alam sebagai pilar utama kemandirian energi nasional.
Dengan pengoperasian PLTA Jatigede, Indonesia semakin mendekatkan diri pada era energi bersih yang berkelanjutan, sekaligus memperkokoh ketahanan energi untuk masa depan yang lebih mandiri.***
Artikel Terkait
Elang Jawa Trail Run 2024, Bukti Komitmen PLN Indonesia Power Ikut Jaga Kelestarian Lingkungan dan Populasi Elang Jawa
Produksi Listrik PLN Indonesia Power Meroket ke 84,57 TWh di Tahun 2023
Inovasi PLN Indonesia Power dalam Menekan Emisi Diakui di Asian Power Awards 2024
PLN Indonesia Power: Keberhasilan Transformasi Menuju Penyedia Energi Andal dan Berkelanjutan
Tasyakuran HUT ke-29, PLN Indonesia Power UBH Gelar Khitanan Massal