Kemudian, ada pula NPK Pelangi JOS, yang dirancang untuk memberikan keseimbangan nutrisi makro dan mikro bagi tanaman.
Baca Juga: Siap Mudik Lebaran 2025 Bersama KAI? Pembelian Tiket Kereta Api Sudah Dimulai, Simak Jadwal Berikut
Produk ini juga dilengkapi dengan mikroba unggulan yang meningkatkan efisiensi pemupukan serta membantu tanaman menyerap nutrisi lebih optimal.
"Pupuk Kaltim juga memiliki produk Urea Daun Buah Plus Mikroba, yang mengandung mikroba spesifik untuk membantu meningkatkan efisiensi penyerapan nitrogen oleh tanaman, sehingga hasil panen pun lebih berkualitas," lanjut Wisnu.
Dengan adanya kerja sama ini, Pupuk Kaltim berharap dapat memperluas jangkauan produk mereka di Sumatera agar lebih dikenal oleh petani.
Baca Juga: Menabung Emas Fisik vs Emas Online: Mana yang Lebih Menguntungkan?
Kolaborasi dengan distributor juga menjadi langkah nyata dalam meningkatkan dampak positif perusahaan terhadap sektor pertanian nasional.
Pupuk Kaltim terus berinovasi dalam menciptakan produk yang efisien, ramah lingkungan, dan berdaya saing, serta terus memperkuat kemitraan strategis dengan berbagai pihak di seluruh Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur PT Bumi Imperium Indonesia, Calvin Canitio, menyambut baik kerja sama ini dan optimis bahwa produk inovatif Pupuk Kaltim akan membawa manfaat besar bagi pertanian di Sumatera.
Baca Juga: Perkuat Komitmen Pelestarian Lingkungan, PT PAL Indonesia Tanam Ratusan Mangrove di Surabaya
"Kolaborasi ini menjadi langkah besar bagi kami untuk berkontribusi dalam peningkatan kualitas pertanian di Sumatera."
"Kami percaya, dengan produk berkualitas tinggi seperti pupuk dengan coating mikroba unggul, akan memberikan manfaat besar bagi petani, meningkatkan hasil panen dan tetap ramah lingkungan,” ujar Calvin.
Dengan inovasi produk serta dukungan dari distributor eksklusif, Pupuk Kaltim optimis pertanian di Sumatera akan semakin maju dan berdaya saing.
Baca Juga: Mau Studi ke Inggris? Gunakan Tabungan Valas BRImo untuk Transaksi yang Lebih Mudah!
Perusahaan juga berharap bahwa penggunaan pupuk non-subsidi bisa menjadi solusi bagi petani dalam meningkatkan produktivitas hasil pertanian, sekaligus mendorong praktik pertanian yang lebih berkelanjutan.***
Artikel Terkait
Pupuk Kaltim Tandatangani Kontrak EPC Pembangunan Pabrik Soda Ash Pertama di Indonesia
Program Agrosolution Pupuk Kaltim Tingkatkan Produktivitas Padi di Bone Bolango
Pupuk Kaltim Sabet 11 Penghargaan IGA 2025, Bukti Konsistensi dalam Keberlanjutan
Pupuk Kaltim Apresiasi Kios dan Petani Lewat Program Gebyar NPK Pelangi 2024
Pembangunan Pabrik Soda Ash Dipercepat, Pupuk Kaltim Pastikan Rekrutmen Sesuai Aturan