Acara ini membahas peluang dan tantangan dalam pengembangan keuangan syariah berkelanjutan serta peran UMKM dalam pembangunan inklusif.
Baca Juga: Perhutani dan PT PG Rajawali II Bersinergi Wujudkan Swasembada Gula Melalui Kemitraan Tebu
Forum ini juga menghadirkan eksekutif perbankan, pemangku kepentingan, serta perwakilan dari bank syariah di Malaysia dan Inggris.
Sebagai bentuk nyata dari komitmennya terhadap ESG, BSI meluncurkan platform Digital Carbon Tracking dan mengoperasikan 139 kendaraan listrik sebagai bagian dari inisiatif green operation.
Digital Carbon Tracking memungkinkan BSI untuk mengukur, mengelola, dan melaporkan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari operasionalnya di kantor pusat dan lebih dari 1.100 outlet di Indonesia.
Baca Juga: KRI WSH-991 Buatan PT PAL Indonesia Dukung Misi Kemanusiaan TNI AL dalam MNEK 2025
“BSI menjadi bank syariah pertama yang memiliki Digital Carbon Tracking, yang saat ini memantau dua cakupan emisi, yakni konsumsi bahan bakar dan pemakaian listrik,” jelas Rima.
Langkah ini diharapkan berkontribusi dalam pengurangan emisi karbon dan pelestarian lingkungan, yang juga didukung melalui penerapan Green Business Culture di internal perusahaan.
Komitmen ESG BSI telah mendapatkan pengakuan, termasuk penghargaan Best Mudharabah Sukuk in Southeast Asia 2024 pada ajang 18th Annual Deal & Solution and ESG Award.
Penghargaan ini diraih berkat keberhasilan penerbitan Sukuk Mudharabah Berlandaskan Keberlanjutan senilai Rp3 triliun, yang bahkan mengalami lonjakan permintaan hingga tiga kali lipat, mencapai Rp9 triliun.
Kontribusi BSI dalam keuangan berkelanjutan juga tercermin dalam total pembiayaan hijau yang mencapai Rp66,50 triliun pada 2024.
Dari jumlah tersebut, Rp52,40 triliun dialokasikan untuk pembiayaan sosial, sementara Rp14,10 triliun difokuskan pada pembiayaan sumber daya alam berkelanjutan.
Baca Juga: Dukungan BRI untuk Agrominafiber Handicraft: Dari Kebumen Menembus Pasar Dunia
Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial, BSI juga menyalurkan zakat sebesar 2,5% dari laba kotor, yang tahun ini mencapai Rp232 miliar, meningkat 22% dibandingkan tahun sebelumnya.***
Artikel Terkait
BSI Selesaikan Upgrade Sistem, Layanan E-Channel Berjalan Normal
BSI Raih Penghargaan atas Keberhasilan Menerbitkan ESG Sukuk
BSI Perkuat Komitmen Menebar Kemaslahatan melalui Zakat Pendidikan
BSI dan BPJPH Bersinergi Percepat Sertifikasi Halal bagi UMKM
BSI Perkuat Pendidikan dan Inklusi Keuangan di Kalimantan