Sementara Telkom ke depannya akan
fokus pada segmen Business to Business (B2B).
Bersamaan dengan integrasi ini, terdapat perubahan komposisi kepemilikan di Telkomsel, dimana kepemilikan efektif Singtel di Telkomsel menjadi 30,1%, sementara kepemilikan Telkom di Telkomsel naik menjadi 69.9%.
Baca Juga: Bus Wisata Transjakarta Gratis Masih Beroperasi hingga 30 April 2023, Ini Jadwal dan Rute Terbarunya
Pada segmen Consumer, pendapatan IndiHome tercatat sebesar Rp7,2 triliun atau tumbuh positif 5,0 % dari periode yang sama tahun lalu, dengan kontribusi 19,9% dari total pendapatan Perseroan dan EBITDA yang stabil pada kisaran 50%.
Pertumbuhan pelanggan IndiHome sebesar 7,0% dari akhir tahun lalu menjadi 9,4 juta pelanggan, 65% di antaranya merupakan pelanggan Dual Play dan 35% pelanggan Triple Play. ARPU IndiHome berada pada kisaran harga Rp264 ribu.
Pada segmen Enterprise, perseroan mencatat kinerja sebesar Rp4,5 triliun atau tumbuh 7,8% YoY dengan layanan B2B Digital IT Services dan Enterprise Connectivity sebagai kontributor utama pendapatan.
Telkom terus memperkuat kapabilitas di bisnis cloud melalui kerja sama strategis dengan pemain teknologi global, disamping terus meningkatkan kualitas dalam memberikan solusi digital kepada pelanggan.
Baca Juga: Electrifying Agriculture Tekan Biaya Operasional Petani hingga 75 Persen
Sementara itu pendapatan segmen Wholesale and International tumbuh 4,0% YoY menjadi Rp4,0 triliun dikontribusi pertumbuhan pada bisnis layanan suara wholesale internasional dan bisnis infrastruktur digital.
Pada bisnis tower, Mitratel selaku anak usaha Telkom menutup triwulan pertama 2023 ini dengan kepemilikan sebanyak 36.439 unit tower dengan tenancy ratio 1,46x.
Mitratel membukukan pendapatan sebesar Rp2,1 triliun atau tumbuh 9,9% YoY, yang utamanya didorong oleh perolehan dari sewa menara.
Baca Juga: Erick Thohir Bagikan 4 Tips Mengembangkan Diri, Usia 15-30 Tahun Adalah Masa Keemasan
EBITDA dan laba bersih perusahaan pada tiga bulan pertama tahun ini tumbuh 16,2% dan 9,1% YoY. Demi memperkuat portofolio bisnis, Mitratel mengembangkan bisnis Fiber-to-the-Tower dengan membangun 19.496 km fiber optik dan mengakusisi kabel lainnya sepanjang 6.012 km.
Hingga akhir Maret 2023, total belanja modal perseroan mencapai Rp7,4 triliun atau 20,6% dari total pendapatan.
Anggaran ini difokuskan pada pengembangan infrastruktur jaringan telekomunikasi demi pengalaman digital pelanggan yang lebih baik. Pada bisnis fixed, belanja modal digunakan untuk pengembangan akses fiber optic, infrastruktur kabel laut dan proyek
lainnya seperti menara telekomunikasi dan data center.
Artikel Terkait
Kementerian BUMN Bersama Telkom Bagikan 1000 Paket Sembako Murah
Safari Ramadan BUMN 2023: Telkom Bagikan 1000 Paket Sembako
Mudik Bersama BUMN 2023: Telkom Fasilitasi Ribuan Pemudik Jawa & Sumatera
Mudik Bersama BUMN 2023: Telkom Fasilitasi Lebih Dari 2.700 Pemudik ke Kota Tujuan di Pulau Jawa dan Sumatera
Telkom Pastikan Jaringan Tetap Prima Selama Puncak Mudik Lebaran