BNI Catat Kenaikan Laba 9,7% di Januari 2025, Ditopang Pertumbuhan Kredit

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Minggu, 2 Maret 2025 | 13:30 WIB
Gedung BNI (bni.co.id)
Gedung BNI (bni.co.id)

Kabar BUMN – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 9,7% pada Januari 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/YoY).

Laba bersih bank pelat merah ini meningkat dari Rp1,48 triliun menjadi Rp1,63 triliun, didorong oleh pertumbuhan kredit dan kenaikan Pendapatan Bunga Bersih atau Net Interest Income (NII).

Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar, menegaskan bahwa keberhasilan perseroan dalam menjaga pertumbuhan berkelanjutan tercermin dalam kinerja keuangan sepanjang 2024 hingga awal 2025.

Baca Juga: Dukung Pelestarian Warisan Budaya Tenun, BNI Hadir di Peragaan Busana Cita Raya HIKAYAT

"Fundamental solid BNI terlihat dari kinerja sepanjang 2024 dan Januari 2025 yang secara konsisten menunjukkan pertumbuhan laba dan penyaluran kredit dalam mendukung ekspansi kami tahun ini," ujar Royke dalam keterangan pers, Jumat (28/2/2025).

Berdasarkan laporan keuangan Januari 2025 yang dipublikasikan di situs resmi perseroan, total penyaluran kredit BNI mengalami kenaikan dari Rp679,9 triliun menjadi Rp749,8 triliun atau tumbuh 10,3% YoY.

Selain itu, Net Interest Income (NII) juga meningkat dari Rp3,12 triliun menjadi Rp3,17 triliun.

Baca Juga: BNI Masuk Daftar 500 Perusahaan Terbaik Asia Pasifik Versi TIME

BNI tetap fokus pada pertumbuhan profitabilitas dengan menjaga kualitas kredit.

Pertumbuhan kredit terutama didorong oleh segmen berisiko rendah, seperti segmen korporasi yang tumbuh 17% YoY dan kredit konsumer yang meningkat 14% YoY.

"Setelah beberapa tahun disiplin pada portfolio manajemen, BNI berhasil menjaga kualitas aset yang solid yang terlihat dari credit cost sebesar 1% pada Januari 2025," tambah Royke.

Baca Juga: BNI Raih Dua Penghargaan Bergengsi di Ajang Internasional Perbankan Digital

Selain itu, tekanan terhadap Net Interest Margin (NIM) mulai mereda di awal tahun ini dibandingkan kondisi akhir tahun lalu.

Hal ini didukung oleh situasi makro yang menguntungkan bagi BNI, termasuk tren penurunan yield Sertifikat Rupiah Bank Indonesia (SRBI) serta kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang mewajibkan penempatan dana di perbankan dalam negeri 100% selama satu tahun, yang berpotensi meningkatkan likuiditas pada semester kedua 2025.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dwi NM

Sumber: bni.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini