Produk juga lebih mudah diterima di pasar ekspor serta pelanggan yang mensyaratkan sertifikasi keberlanjutan.
Baca Juga: Perum Perhutani dan 20 BUMN Resmikan TPST Cikole untuk Kelola Sampah Berkelanjutan
Sertifikasi FSC meningkatkan reputasi perusahaan karena menunjukkan kepatuhan Perhutani terhadap standar pengelolaan hutan yang bertanggung jawab secara lingkungan, sosial, dan ekonomi.
Ini juga bentuk dukungan terhadap keberlanjutan. Implementasi standar FSC memastikan bahwa hutan dikelola secara lestari, menjaga biodiversitas, serta memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Terakhir, keunggulan kompetitif. Dengan sertifikasi FSC, Perhutani dapat memperluas basis pelanggan, terutama bagi industri yang mengutamakan rantai pasok berkelanjutan, seperti furniture, gumrosin, dan konstruksi.
Baca Juga: Dukung Ketahanan Pangan di Sragen, Perhutani Sediakan Lahan 15,8 Hektar
Sertifikasi ini menunjukkan bahwa Perhutani telah menerapkan standar pengelolaan hutan yang ramah lingkungan, bertanggung jawab secara sosial, serta layak secara ekonomi.
Perhutani berkomitmen untuk terus melakukan inovasi dalam pengelolaan hutan guna mendukung keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat serta menjalankan standar keberlanjutan global.***
Artikel Terkait
PHR Terima 27 Sertifikat Lahan Hulu Migas, Mantapkan Operasional untuk Ketahanan Energi
Hari Anti Korupsi Sedunia, PTPN IV PalmCo Raih Sertifikat SMAP dari TUV Rheinland
PIEP Sukses Pertahankan Sertifikat ISO 37001:2016 SMAP dalam Upaya Anti Penyuapan
Jadi Pelopor Peningkatan Kualitas Pegawai, Bank Mandiri Raih Dua Sertifikat Internasional