“Dengan jarak tempuh 10 km untuk mobil dan 50 km untuk motor, membutuhkan listrik sebesar 1,2 kWh. Dengan asumsi tarif listrik sebesar Rp 1.699,53 per kWh maka, hanya diperlukan sekitar Rp 2.500. Sedangkan dengan jarak yang sama menggunakan kendaraan berbasis BBM, membutuhkan 1 liter BBM dengan harga sekitar Rp 13.000 per liter,” lanjutnya.
Baca Juga: SUCOFINDO Dukung Target Produksi Minyak Bumi 1 Juta Barel Pada 2030
Ia menambahkan, PLN memastikan pasokan listrik cukup untuk mendukung masyarakat beralih ke kendaraan listrik. Tak hanya itu, dari sisi infrastruktur PLN juga sudah mengoperasikan lebih dari 616 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di lebih dari 300 lokasi di seluruh Indonesia.
"Bahkan saat ini kami juga membuka peluang kerja sama franchise dengan seluruh pihak yang ingin mengembangkan SPKLU ini. SPKLU menjadi ceruk bisnis baru untuk menyongsong budaya baru yaitu electrifying lifestyle," kata Edi.
Sebagai bentuk upaya dalam memberikan kemudahan bagi masyarakat, PLN juga memberikan diskon 30 persen untuk pengisian daya mobil listrik dari pukul 22.00 hingga 05.00 dan juga diskon tambah daya hingga penyambungan baru untuk instalasi home charging.***
Artikel Terkait
ATPM Makin Optimis dengan Pertumbuhan Kendaraan Listrik
Kendaraan Listrik Turunkan Emisi Karbon, Begini Perhitungannya Menurut PLN
Terbukti Lebih Hemat, PLN Ajak Pelaku UMKM Beralih ke Kendaraan Listrik
Promo Harbelnas, PLN Beri Voucher Tambah Daya Listrik
Efek Transformasi, PLN Raih Rp311,1 Triliun pada 2022
PLN, Total Eren, Adaro Power, dan PJBI Tandatangani PJBTL Pembangunan PLTB Dengan BESS Pertama di Indonesia