PTPN II Bayar Santunan Hari Tua ke Pensiunan, INDEF: Bukti Transformasi Berhasil

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Minggu, 7 Mei 2023 | 13:14 WIB
Langkah PTPN II membayarkan SHT menjadi bukti keberhasilan transformasi BUMN. (Dok. PTPN II)
Langkah PTPN II membayarkan SHT menjadi bukti keberhasilan transformasi BUMN. (Dok. PTPN II)

Kabar BUMN - Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Tauhid Ahmad mengatakan langkah PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II membayarkan santunan hari tua (SHT) menjadi bukti keberhasilan transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Padahal, seperti diketahui, anggota holding perkebunan nusantara tersebut dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir tidak mampu membayarkan kewajiban kepada pensiunan.

Terdapat tiga kunci transformasi bagi BUMN, termasuk PTPN, yang berujung pada perbaikan kinerja.

Baca Juga: Setelah 10 Tahun Kesulitan, PTPN II Bisa Bayar Santunan Hari Tua ke Pensiunan

“Transformasi pertama bagaimana membenahi, bahkan memangkas struktur organisasi agar lebih efisien,” ujar Tauhid di Jakarta, Sabtu, 6 Mei 2023.

Transformasi kedua, lanjutnya, terletak pada sisi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), dari level tertinggi di jajaran direksi hingga yang paling bawah.

Tauhid menilai perbaikan aspek SDM memiliki dampak besar bagi kondisi PTPN. “Kalau ada direksi yang tidak perform atau tidak mencapai target, memang harus diganti. Dari kedua transformasi itu pasti akan menghasilkan efisiensi,” lanjutnya.

Baca Juga: Komitmen Dukung KTT ASEAN 2023 Pelindo Layani Pengiriman 200 Mobil Listrik di Labuan Bajo

Selain itu, menurutnya, transformasi di sisi bisnis juga memegang peranan kunci.

PTPN group tidak boleh terlena dengan pencapaian positif sepanjang 2022. Peningkatan kinerja PTPN group pada 2022 tak lepas dari faktor eksternal antara lain kenaikan harga komoditi yang berdampak besar bagi kinerja PTPN.

“Harga komoditi yang fluktuatif juga menyimpan risiko saat harga sedang turun. PTPN group harus memanfaatkan dengan baik keuntungan akibat melonjaknya harga komoditi untuk kinerja ke depan. Lagi senang, jangan dihabiskan tapi harus dimanfaatkan. Dimanfaatkan untuk efisiensi dan inovasi ke depan,” kata Tauhid.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini