a. Substream Pra Tanam – Melibatkan Perum Perhutani, PT Pupuk Indonesia (Persero) Holding Company, dan PT Sang Hyang Seri.
b. Substream Agri Input, Tanam, dan Panen – Dikerjakan oleh PT Sang Hyang Seri, PT Pupuk Indonesia (Persero) Holding Company, serta Perum Bulog.
c. Substream Pasca Panen dan Offtake – Ditangani oleh Perum Bulog dan PT Sang Hyang Seri.
Baca Juga: Perum Perhutani dan 20 BUMN Resmikan TPST Cikole untuk Kelola Sampah Berkelanjutan
Melalui proyek ini, para petani mendapatkan berbagai manfaat, termasuk asistensi dan pendampingan dalam budidaya padi, peningkatan pemahaman mengenai sarana dan prasarana pertanian, serta peningkatan produktivitas dan pendapatan mereka.
Sebelum adanya intervensi dari PMO Swasembada Pangan, produktivitas padi di Desa Cikeusik hanya berkisar antara 2,5 hingga 3 ton per hektare.
Namun, setelah program ini diterapkan, hasil panen meningkat hampir dua kali lipat menjadi 5 ton per hektare.
Baca Juga: Bank Raya Gandeng Perhutani, Tawarkan Layanan Digital untuk Mitra dan Karyawan
Langkah strategis ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian swasembada pangan nasional serta memperkuat ketahanan pangan Indonesia dalam jangka panjang.
Dengan sinergi yang terus berjalan antara BUMN, pemerintah, dan petani, panen raya seperti ini menjadi bukti nyata komitmen dalam mewujudkan Indonesia yang lebih mandiri dalam sektor pangan.***
Artikel Terkait
Perum Perhutani dan 20 BUMN Resmikan TPST Cikole untuk Kelola Sampah Berkelanjutan
Dukung Pariwisata di Sukabumi, Perhutani Salurkan Bantuan Rp45 Juta untuk Pelatihan dan Pengadaan Fasilitas
Perhutani dan Pemkab Blora Tanam Padi Gogo di Hutan Jati untuk Dukung Ketahanan Pangan
Perhutani dan PT PG Rajawali II Bersinergi Wujudkan Swasembada Gula Melalui Kemitraan Tebu
Raih Sertifikat FSC-FM, Perhutani Memeroleh Banyak Manfaat Strategis untuk Dioptimalkan