Kejar Target Pendapatan 2025, Patra Drilling Contractor Akan Perluas Pasar untuk Lini Bisnis Oil Boom

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 7 April 2025 | 09:00 WIB
Oil boom yang dimiliki dan dioperasikan Patra Drilling Contractor (PDC). (Dok. PDC)
Oil boom yang dimiliki dan dioperasikan Patra Drilling Contractor (PDC). (Dok. PDC)

Kabar BUMN - Di tahun 2025, PT Patra Drilling Contractor (PDC), anak perusahaan PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) bagian dari Subholding Upstream Pertamina, menargetkan pendapatan di atas Rp3 triliun.

Untuk mencapai target tersebut, PDC akan menggenjot sejumlah lini bisnis andalan, salah satunya oil boom.

Oil boom merupakan penghalang terapung yang digunakan untuk mengurung tumpahan minyak di permukaan air. Oil boom sering disebut juga dengan istilah containment boom.

Baca Juga: Targetkan Pendapatan Lebih Tinggi, Patra Drilling Contractor Akan Fokus pada Pengembangan Energi Bersih

Fungsi peralatan ini untuk melindungi area sensitif dari bahaya tumpahan minyak, mengurangi penyebaran minyak, mengisolasi minyak agar tidak melebar, dan mencegah minyak mencemari area yang lebih luas.

Dari beragam peralatan dan metode, oil boom selalu menjadi salah satu rekomendasi peralatan untuk penanganan pertama tumpahan minyak di perairan.

Untuk oil boom itu sendiri bermacam-macam jenisnya, terutama dari aspek material, ukuran, struktur, dan lain-lain.

Baca Juga: Patra Drilling Contractor Tanam 1.000 Mangrove di Jakarta Utara untuk Pelestarian Lingkungan

PDC menggunakan yang terbuat dari material heavy duty rubber yang tahan minyak dan sinar matahari. Oil boom dengan material tersebut PDC persiapkan khusus untuk penggunaan di laut (offshore).

Oil boom dengan material dan struktur tersebut dapat dengan cepat dibentangkan (deploy), serta dapat mengalokalisir tumpahan minyak dengan maksimal.

Di kesempatan temu media di medio Maret 2025 lalu, Direktur Utama Patra Drilling Contractor Faried Iskandar Dozyn mengungkapkan, PDC memiliki kontrak untuk oil boom dengan dua perusahaan yang juga menjadi bagian Subholding Upstream Pertamina.

Baca Juga: Patra Drilling Contractor Resmi Akhiri Bulan K3, Pastikan Aspek Keselamatan Akan Terus Digiatkan di Sepanjang Tahun

Yakni, Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES), yang mengelola Blok Sumatera Selatan.

Dengan Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) dan per April 2025 ini dengan PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini