Kabar BUMN - PT Timah Tbk menyampaikan Laporan Keuangan Konsolidasian tahun 2024 yang berakhir 31 Desember 2024.
Di sepanjang tahun 2024, PT Timah membukukan pendapatan sebesar Rp10,86 triliun meningkat 29,37% di tahun 2024 dari Rp8,39 triliun di tahun 2023.
Kenaikan pendapatan seiring dengan kenaikan volume penjualan logam timah dan harga jual rata-rata logam timah.
Baca Juga: PT Timah Terapkan SMKP Menyeluruh, Wujudkan Pertambangan yang Aman dan Berkelanjutan
Beban pokok pendapatan naik 1,26% dari Rp7,93 triliun di tahun 2023 menjadi Rp8,03 triliun. Dengan laba usaha sebesar Rp1,76 triliun dengan pencapaian EBITDA sebesar Rp2,71 triliun atau 396% dari tahun 2023.
Nilai aset PT Timah di akhir tahun 2024 turun 0,42% menjadi Rp12,80 triliun dari Rp12,85 triliun pada akhir tahun 2023.
Sedangkan posisi liabilitas sebesar Rp5,35 triliun, turun 19,08% dibandingkan posisi akhir tahun 2023 sebesar Rp6,61 triliun dikarenakan pelunasan pinjaman bank jangka pendek, obligasi dan pembelian kembali (buyback) medium term notes (MTN).
Baca Juga: PT Timah Gencarkan Layanan Kesehatan Gratis untuk Warga Lingkar Tambang
Posisi ekuitas sebesar Rp7,45 triliun mengalami kenaikan 19,35% dibandingkan posisi akhir tahun 2023 sebesar Rp6,24 triliun, seiring dengan dibukukannya laba di tahun 2024.
Kinerja keuangan PT Timah menunjukkan hasil yang baik, terlihat dari beberapa rasio keuangan penting di antaranya Quick Ratio sebesar 73,2%, Current Ratio sebesar 222,0%, Debt to Asset Ratio sebesar 41,8%, dan Debt to Equity Ratio sebesar 71,8%.
Dari sisi operasi, PT Timah mencatat produksi bijih timah sebesar 19.437 ton Sn pada akhir tahun 2024, naik 31% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 14.855 ton Sn.
Baca Juga: Konsisten Peduli Masyarakat, PT Timah Wujudkan Akses Kesehatan dan Gizi Seimbang
Kenaikan disebabkan adanya peningkatan jumlah unit tambang darat, produktivitas objek tambang laut, dan optimalisasi arah penggalian dengan melakukan bor pandu pada blok rencana kerja.
Adapun produksi logam timah naik 23% menjadi 18.915 metrik ton dibandingkan tahu sebelumnya sebesar 15.340 metrik ton.
Artikel Terkait
Komitmen Dukung UMKM Antarkan BRI Cetak Laba Rp60,64 Triliun di 2024
BNI Catat Kenaikan Laba 9,7% di Januari 2025, Ditopang Pertumbuhan Kredit
Laba Inti Jasa Marga Tahun 2024 Tembus Rp3,7 Triliun, Melonjak 36% yoy
Hutama Karya Cetak Laba Bersih Rp2,7 Triliun di Tahun 2024, Kinerja Keuangan Tumbuh 47,7% YoY
Laba Bersih Elnusa Tahun 2024 Capai Rp713,67 Miliar, Melonjak 42% YoY
Di Tengah Tantangan Global, Bukit Asam Cetak Laba Bersih Rp5,10 Triliun di 2024