Ketua Umum Dewan Adat Mapor, Asih Harmoko, menjelaskan bahwa ritual Nujuh Jerami adalah sarana masyarakat untuk menyampaikan rasa syukur atas hasil panen padi.
Baca Juga: 5 Pasar Subuh di Kawasan Jabodetabek, Jajanan Tradisional Se-Indonesia Bisa Ditemukan di Sini
Ia juga menambahkan bahwa Festival Mapor sangat penting untuk memperkenalkan kembali tradisi leluhur kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
“Melalui festival ini, kami berharap kampung adat Gebong Memarong bisa lebih dikenal luas,” ujarnya.
Asih juga menyampaikan bahwa saat ini Dewan Adat Mapor tengah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak guna meningkatkan jumlah kunjungan wisata.
Baca Juga: Masih Dibuka! Magang di Hutama Karya untuk Mahasiswa Akuntansi, Yuk Daftar Sekarang
“Untuk memperluas sasaran wisatawan, kami bekerja sama dengan instansi pemerintah, BUMN seperti PT Timah, kementerian, dan LSM untuk mendukung perlindungan serta pengakuan hukum terhadap masyarakat adat Mapor,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Wydia Kemala Sari, yang turut hadir dalam acara tersebut, mengapresiasi dukungan PT Timah dalam menjaga warisan budaya masyarakat adat Mapor.
“Kami tahu betul bahwa keberadaan kampung adat Gebong Memarong ini tidak lepas dari peran PT Timah. Bahkan sampai sekarang, PT Timah terus mengembangkan kampung ini,” ujarnya. ***
Artikel Terkait
PT Timah Hadirkan Kebahagiaan di Momen Ramadan 2025, Ribuan Anak Yatim Terima Santunan
Konsisten Peduli Masyarakat, PT Timah Wujudkan Akses Kesehatan dan Gizi Seimbang
PT Timah Gencarkan Layanan Kesehatan Gratis untuk Warga Lingkar Tambang
PT Timah Terapkan SMKP Menyeluruh, Wujudkan Pertambangan yang Aman dan Berkelanjutan
Volume Penjualan dan Harga Jual Meningkat, Laba Bersih PT Timah Melambung Tinggi