DPR RI Tinjau Kemajuan Industri Pertahanan: PT PAL dan DEFEND ID Soroti Inovasi dan Tantangan Global

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Sabtu, 12 April 2025 | 19:00 WIB
Komisi VI DPR RI kunjungi PT PAL dan DEFEND ID, bahas kesiapan industri pertahanan nasional hadapi tantangan global dan kembangkan TKDN. (Dok. PT Pal Indonesia)
Komisi VI DPR RI kunjungi PT PAL dan DEFEND ID, bahas kesiapan industri pertahanan nasional hadapi tantangan global dan kembangkan TKDN. (Dok. PT Pal Indonesia)

Kabar BUMN - PT PAL Indonesia bersama Holding DEFEND ID menerima kunjungan kerja dari Komisi VI DPR RI dalam rangka Reses Masa Persidangan II Tahun Sidang 2024–2025.

Pertemuan yang digelar di Bandung ini ditujukan untuk meninjau potensi, perkembangan, serta tantangan yang dihadapi oleh BUMN sektor pertahanan, baik di level nasional maupun global.

Delegasi dari Komisi VI DPR RI, yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VI Andre Rosiade, disambut langsung oleh jajaran Direksi Holding DEFEND ID, Asisten Deputi Bidang Industri Manufaktur, serta Asisten Deputi Bidang Logistik dari Kementerian BUMN.

Baca Juga: Rekomendasi 6 Destinasi Wisata Indoor Seru di Malang untuk Liburan Keluarga

Dalam forum ini, PT PAL diwakili oleh Pramusti Indrascaryo selaku Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan SDM, serta Diana Rosa sebagai Direktur Produksi.

Menurut Pramusti, pertemuan ini merupakan kesempatan penting untuk mengevaluasi kesiapan industri pertahanan nasional dalam merespons dinamika global, termasuk ketegangan geopolitik dan gangguan rantai pasok dunia.

“Ini bukan sekadar pertemuan seremonial, tetapi wujud komitmen bersama dalam memperkuat daya saing industri pertahanan nasional,” ujarnya.

Baca Juga: DAMRI AKAP Bandar Lampung, Solusi Transportasi Modern yang Nyaman dan Andal

PT PAL menyoroti perlunya penguatan ekosistem industri pertahanan yang berbasis pada inovasi dan kolaborasi agar bisa meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Pramusti menjelaskan, “Kolaborasi riset dengan akademisi, sinergi antar industri, dan dukungan kebijakan pemerintah menjadi pilar utama untuk mempercepat substitusi impor dan meningkatkan TKDN hingga 50% pada teknologi strategis.”

Ia juga menyampaikan bahwa Komisi VI DPR RI menilai Holding DEFEND ID, yang dibentuk pada tahun 2022, telah berhasil membangun ekosistem industri yang lebih terintegrasi.

Baca Juga: Hari Ini Terakhir! Kamu Masih Bisa Raih Saldo Gopay Gratis dari Telkomsel, Maksimal Jam 21.00

Konsolidasi yang dilakukan dinilai mampu mengurangi duplikasi produk dan memperkuat riset kolaboratif.

“Ekosistem industri yang mature tidak hanya tentang kemampuan produksi, tetapi juga keberlanjutan riset, kualitas SDM."

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini