“Ibu-ibu tuh takut kalau gas habis. Untuk masang lagi, paling minta tolongnya ke bapak-bapak atau anak laki-laki,” ucap Tini terkait kekhawatirannya sebelum beralih ke jargas.
Baca Juga: Krakatau Steel dan PGN Jalin Kerja Sama Pemanfaatan Fasilitas Kepelabuhanan
“Jadi kalau gas yang biasa kan kalau habis di tengah-tengah masak, harus pasang dulu. Kalau (pakai jargas) ini kan tidak takut habis, non-stop terus, selama kita masak ya tidak terganggu,” lanjut Tini.
Keunggulan ini sangat membantu, terutama saat momen penting seperti lebaran kemarin. “Keamanan pelanggan adalah prioritas kami. PGN akan menjaga stabilitas pasokan, sehingga ibu-ibu bisa memasak dengan tenang dengan gas yang terus mengalir,” tutup Heny.***
Artikel Terkait
WIKA Revitalisasi Dua Rumah Sakit di Maluku Utara, Target Rampung Akhir Tahun 2025
KAI Catat Kenaikan Pengguna LRT Jabodebek hingga 6,3 Juta Penumpang di Awal 2025
Komisi VI DPR RI Kawal Performa DEFEND ID, Tinjau Langsung ke Grha Pindad Bandung
Labuan Bajo Gaungkan Gerakan Wisata Bersih: Komitmen Bersama Menuju Pariwisata Berkelanjutan
ITDC dan InJourney Dorong Konektivitas Wisata di NTT Melalui Pengembangan Infrastruktur Kawasan The Golo Mori
Penerimaan Pelanggan WSBP Tahun 2024 Tumbuh 19,62%, Kontrak Eksternal Lebih Tinggi dari Internal