Jadwal pemeliharaan pun dibuat ketat dan terstruktur, mulai dari perawatan harian hingga inspeksi bulanan, triwulanan, semesteran, dan tahunan. Semua ini mengacu pada standar dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
Baca Juga: ASDP Ubah Wajah Mudik Jadi Pengalaman Penuh Cerita dan Kebahagiaan
Meskipun waktu pelaksanaan perawatan terbatas, tim teknis tetap bekerja optimal dengan bantuan berbagai alat seperti maintenance trolley dan kendaraan khusus yang disiagakan di titik-titik strategis.
Teknologi juga turut mendukung kelancaran operasional. Sistem SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition) digunakan untuk memantau pasokan listrik selama 24 jam penuh."
"Dengan pemantauan secara real-time, operator bisa mendeteksi gangguan sejak dini dan segera mengambil tindakan agar operasional tetap berjalan lancar.
Baca Juga: Sleman Temple Run Kembali di Tahun 2025! Siap Lari Melintasi Candi?
“Perjalanan kereta yang andal dan tepat waktu berawal dari sistem kelistrikan yang terjaga."
"Kami mengapresiasi dedikasi seluruh petugas yang bekerja di balik layar, bahkan hingga tengah malam, demi memastikan layanan tetap optimal,” ujar Executive Vice President LRT Jabodebek Mochamad Purnomosidi.
Melalui kerja keras para petugas dan dukungan sistem canggih, LRT Jabodebek terus meningkatkan kualitas layanan transportasi publik agar makin bisa diandalkan oleh masyarakat sehari-hari. ***
Artikel Terkait
Angkutan Lebaran 2025 Padat, LRT Jabodebek Sukses Antar Ratusan Ribu Penumpang
Lonjakan Penumpang Selama Libur Lebaran, LRT Jabodebek Catat Kenaikan Pengguna Hingga 32,72%
LRT Jabodebek Temukan 156 Barang Tertinggal di Momen Lebaran 2025, Pengguna Diimbau Lebih Teliti
KAI Catat Kenaikan Pengguna LRT Jabodebek hingga 6,3 Juta Penumpang di Awal 2025
LRT Jabodebek Catat Lebih dari 6,3 Juta Penumpang Selama Tiga Bulan Awal 2025