Produksi bijih bauksit meningkat 328% menjadi 653.781 wmt, dan penjualan alumina mencapai 44.048 ton, tumbuh 4% secara tahunan.
Fokus pada Hilirisasi dan Inovasi Digital
Sepanjang tahun 2025, ANTAM terus menunjukkan komitmen terhadap program hilirisasi dan penguatan bisnis strategis.
ANTAM telah menandatangani perjanjian kerja sama untuk pembangunan fasilitas pengolahan logam mulia di JIIPE, Gresik, guna memperkuat segmen emas.
Di sektor nikel, ANTAM berfokus mengembangkan ekosistem baterai kendaraan listrik (EV Battery) di Indonesia.
Untuk komoditas bauksit, ANTAM tengah menyelesaikan proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah bersama PT INALUM.
“Melalui strategi hilirisasi dan inovasi digital, Kami berkomitmen menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan, memperkuat kontribusi Kami bagi perekonomian nasional dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutup Nico.
Dengan pencapaian positif di awal tahun ini, ANTAM menegaskan posisinya sebagai salah satu pemain utama industri pertambangan nasional yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan. ***
Artikel Terkait
Aplikasi ANTAM Logam Mulia dengan Fitur Andalan BRANKAS Mempermudah Masyarakat Investasi Emas
ANTAM Bantu Ratusan Pemudik Pulang Tanpa Biaya, Kegiatan Rutin Tiap Tahun
Investasikan Sisa Uang THR untuk Beli Emas ANTAM Edisi Khusus Ramadan dan Idulfitri 1446 H
ANTAM Tutup Posko Mudik 2025 di Tiga Bandara Besar, Layani Ribuan Pemudik Saat Arus Balik Lebaran
ANTAM Catat Laba Rp3,85 Triliun di 2024, Tertinggi Sepanjang Sejarah Penjualan Emas