58 Tahun Mengabdi, Bulog Diapresiasi sebagai Pilar Swasembada Pangan oleh Peneliti UI

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Selasa, 13 Mei 2025 | 13:30 WIB
Peneliti UI beri apresiasi atas peran Bulog dalam swasembada pangan di usia ke-58, dengan rekor penyerapan gabah dan stok beras tertinggi sepanjang sejarah. (Dok. BULOG)
Peneliti UI beri apresiasi atas peran Bulog dalam swasembada pangan di usia ke-58, dengan rekor penyerapan gabah dan stok beras tertinggi sepanjang sejarah. (Dok. BULOG)

Kabar BUMN - Selama 58 tahun berdiri, Perum Bulog terus menunjukkan peran vitalnya dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Di momen ulang tahunnya yang ke-58, Bulog mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak atas kontribusinya terhadap kestabilan pangan di Indonesia, salah satunya datang dari Pengamat Pangan dan Peneliti Senior LPEM FEB UI, Riyanto.

Ia menilai keberhasilan Bulog merupakan salah satu faktor penting yang membuat Indonesia tetap kokoh menghadapi gejolak ekonomi global.

Baca Juga: Jangan Lewatkan! Promo Seru Libur Waisak 2025 di Ancol Masih Tersedia, Ada Tiket Mulai Rp 36 Ribuan

Riyanto menyampaikan bahwa kehadiran Bulog telah membawa dampak signifikan terhadap keberhasilan swasembada pangan nasional.

"Hari ini, tepat di usia 58 tahun Perum Bulog membuktikan bahwa kontribusi mereka sangatlah besar terhadap apa yang disebut swasembada, tumbuh dan tangguh."

"Bulog mampu menjalankan tugasnya secara baik terutama dalam menyerap gabah sesuai HPP (harga pembelian pemerintah) sebesar Rp6.500 perkilogram," ujar Riyanto pada Sabtu, 10 Mei 2025.

Baca Juga: Pelajar Riau Antusias Ikuti Seleksi Beasiswa PT Timah, Begini Persiapan dan Harapan Mereka

Tak hanya itu, ia juga menekankan pentingnya dukungan semua pihak terhadap penugasan Bulog dalam menyerap gabah petani.

Menurutnya, capaian serapan tahun ini merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

“Artinya Bulog telah menjalankan apa yang menjadi astacita Presiden Prabowo yaitu mewujudkan swasembada pangan secara cepat dan singkat,” katanya.

Baca Juga: Laba Tembus Rp526 M, Mitratel Catat Kinerja Positif Kuartal I-2025, Bukti Strategi Jangka Panjang Berjalan Efektif

Realisasi penyerapan gabah tahun ini telah mencapai angka 3,6 juta ton. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah seiring dengan berlangsungnya panen raya di sejumlah wilayah sentra produksi padi.

“Stok ini merupakan pencapaian tertinggi dalam sejarah berdirinya republik ini,” tambah Riyanto.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini