Dengan sistem propulsi elektrik penuh yang rendah kebisingan, kendaraan ini ideal digunakan di lingkungan perkotaan maupun wilayah terpencil. Selain itu, SOLA dapat disesuaikan untuk keperluan militer seperti pengiriman logistik presisi maupun konvensional.
Upaya ini sejalan dengan inisiatif green aviation PTDI dan menjadi bagian dari pengembangan ekosistem AAM berbasis energi bersih di Indonesia.
Pemerintah Indonesia sendiri, melalui Kementerian Perindustrian, mendukung pengembangan transportasi masa depan seperti taksi terbang dan bus terapung sebagai solusi konektivitas wilayah kepulauan dan daerah terpencil.
Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, dalam pertemuan dengan PT Chery Motor Indonesia, mengungkapkan pentingnya kajian mendalam terhadap teknologi transportasi baru ini.
Baca Juga: Finnet Raih Dua Penghargaan Bergengsi di TOP CSR Awards 2025
“Masih perlu kajian mendalam dan penyesuaian dengan regulasi di dalam negeri, terutama Kementerian Pertahanan. Selain itu, karena ini juga menyangkut transportasi publik, maka perlu ada regulasi dari Kementerian Perhubungan,” ujar Faisol.
Di sisi lain, pemerintah telah memberikan sejumlah insentif demi mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan, termasuk pembebasan bea masuk impor kendaraan listrik, PPN, dan PPnBM hingga akhir tahun mendatang.
Meski demikian, pemanfaatan terhadap insentif ini masih belum optimal.
Baca Juga: Budidaya Maggot Jadi Solusi Sampah Organik, Pertamina EP Sangatta Gelar Pelatihan Bersama Warga
“Tahun ini kami sudah siapkan paket insentif itu, tapi ternyata penggunaan terhadap paket itu belum optimal. Jadi seharusnya utilisasinya itu bisa lebih dari yang kita siapkan, tapi ternyata masih rendah,” kata Faisol. ***
Artikel Terkait
IDEX 2025: PTDI Teken MoU dengan Calidus untuk Inovasi Aerospace
Mudik Gratis PTDI 2025 Dibuka Hari Ini, Daftar Sekarang Sebelum Kuota Habis!
Bangga! CN235 Produksi PTDI Jadi Andalan Baru Tanzania Berkat Hibah dari UEA
N219 Dukung Konektivitas Papua, PTDI Dorong Akses Udara untuk Pemerataan Pembangunan
PTDI dan KNDS Prancis Sepakat Kembangkan Sistem Senjata 20mm untuk Helikopter