Tingkatkan Daya Saing, SPJM Gabungkan Anak Perusahaan di Jasa Pelayanan yang Sama

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Jumat, 4 Juli 2025 | 07:30 WIB
Penandatanganan akta penggabungan dihadiri jajaran Direksi Equiport Inti Indonesia (EII), Direksi-Komisaris Berkah Industri Mesin Angkat (BIMA), dan manajemen  Subholding Pelindo Jasa Maritim (SPJM). (DOK. SPJM)
Penandatanganan akta penggabungan dihadiri jajaran Direksi Equiport Inti Indonesia (EII), Direksi-Komisaris Berkah Industri Mesin Angkat (BIMA), dan manajemen Subholding Pelindo Jasa Maritim (SPJM). (DOK. SPJM)

Kabar BUMN - PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM), subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) di bidang Marine, Equipment, Port Services, Dredging dan Shipyard (MEPS) resmi menggabungkan anak perusahaan, PT Equiport Inti Indonesia (EII) ke PT Berkah Industri Mesin Angkat (BIMA).

Penandatangan akta penggabungan anak perusahaan ini dilaksanakan di Graha Indraprasta, kantor Pusat BIMA, pada Senin (2/6/2025). Penggabungan merupakan salah satu program aksi korporasi pemurnian bisnis SPJM Grup.

“EII dan BIMA merupakan anak perusahaan SPJM yang secara core business memiliki jasa pelayanan yang sama yaitu bidang peralatan,” jelasa SVP Sekretaris Perusahaan SPJM Tubagus Patrick di Jakarta, Kamis (3/7/25).

Baca Juga: SPJM Kembali Raih Opini WTP, Bukti Nyata Komitmen pada Tata Kelola Keuangan yang Transparan

Penggabungan dilakukan sejalan dengan program strategis SPJM untuk penyelarasan bisnis anak perusahaan yang serupa.

Selain itu, Tubagus menambahkan, penggabungan EII ke BIMA juga agar tercapai efisiensi operasional, memberikan kemudahan standarisasi pelayanan prima, serta untuk meningkatkan daya saing anak perusahaan.

Penggabungan ini akan menyederhanakan struktur usaha, mengonsolidasikan kegiatan bisnis sejenis di bawah satu entitas, serta meningkatkan efisiensi operasional dan tata kelola anak Perusahaan yang memiliki pelayanan yang sama.

Baca Juga: SPJM Umumkan Hasil RUPST 2024: Laba Tumbuh, Dividen Disalurkan

Dengan penggabungan ini, seluruh kegiatan usaha, aset, dan kewajiban EII akan dialihkan ke BIMA selaku perusahaan surviving entity.

Sehingga ke depannya seluruh aktivitas jasa pemeliharaan, perbaikan, dan konstruksi yang sebelumnya terbagi antara EII dan BIMA dapat terintegrasi dan dikelola secara terpusat oleh BIMA.

Selain menyederhanakan struktur usaha, langkah ini juga bertujuan memperkuat posisi keuangan, legal, dan operasional, mengurangi risiko administratif dan perizinan ganda, serta meningkatkan daya saing perusahaan.

Baca Juga: SPJM Renovasi Dua Masjid di Samarinda, Komitmen Sosial Terus Berlanjut

Secara strategis, aksi ini merupakan bentuk restrukturisasi usaha untuk menciptakan perusahaan dengan portofolio bisnis yang lebih fokus, sehat, dan berorientasi pertumbuhan jangka panjang.

Dengan langkah percepatan aksi korporasi ini diharapkan dapat mewujudkan layanan yang optimal di seluruh wilayah kerja perusahaan untuk mendukung kesiapan dan kehandalan peralatan di wilayah kerja PT Pelabuhan Indonesia yang dilaksanakan BIMA.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini