Distribusikan Radiofarmaka FloDeg ke RSHS Bandung, Bio Farma Kini Telah Bekerja Sama dengan Empat RS

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Kamis, 3 Juli 2025 | 19:30 WIB
Bio Farma mendistribusikan produk radiofarmaka Fludeoxyglucose-18F bermerek dagang FloDeg ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. (DOK. Bio Farma)
Bio Farma mendistribusikan produk radiofarmaka Fludeoxyglucose-18F bermerek dagang FloDeg ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. (DOK. Bio Farma)

Kabar BUMN - PT Bio Farma (Persero) mendistribusikan produk radiofarmaka Fludeoxyglucose-18F bermerek dagang FloDeg ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

RSHS Bandung menjadi rumah sakit keempat, setelah sebelumnya Bio Farma telah mendistribusikan FloDeg ke tiga rumah sakit rujukan, yakni RS Tzu Chi PIK Jakarta, RS Mitra Plumbon Cirebon, dan RS Mandaya Royal Puri Tangerang.

Keempat rumah sakit ini kini menjadi pelopor dalam pemanfaatan radiofarmaka lokal untuk layanan Positron Emission Tomography (PET) Scan, yang sebelumnya sangat bergantung pada produk impor.

Baca Juga: Perkuat Deteksi Dini Kanker Serviks, Bio Farma Gandeng Roche Indonesia Hadirkan Inovasi Lokal

Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Shadiq Akasya menjelaskan, “FloDeg adalah wujud nyata inovasi dan kemandirian nasional dalam pengembangan produk kesehatan berteknologi tinggi, yang kami harap dapat direplikasi secara luas oleh jejaring rumah sakit di seluruh Indonesia.”

FloDeg diproduksi di fasilitas Cyclotron Bio Farma di Kawasan Industri Cikarang, yang merupakan fasilitas pertama di Indonesia yang beroperasi untuk produksi radiofarmaka modern.

Fasilitas ini telah memenuhi standar CPOB dari BPOM dan protokol keselamatan radiasi dari BAPETEN, serta diresmikan langsung oleh Menteri Kesehatan RI pada September 2024.

Baca Juga: Bio Farma Perkuat Posisi Indonesia dalam Ekosistem Farmasi Halal Global

Dengan kapasitas produksi berteknologi tinggi, fasilitas ini akan memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam layanan diagnostik kedokteran nuklir di kawasan Asia Tenggara.

Manajemen RSHS Bandung menyambut baik distribusi FloDeg yang dinilai tepat waktu dan berkualitas tinggi, serta langsung digunakan dalam mendukung layanan PET Scan bagi pasien onkologi.

Kehadiran FloDeg diharapkan meningkatkan efisiensi dan ketepatan diagnosis kanker, serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan diagnostik berbasis kedokteran nuklir.

Baca Juga: Langkah Besar Bio Farma: Distribusi Perdana FloDeg, Simbol Kemandirian Diagnostik Nuklir Indonesia

Direktur Utama RSHS, dr. Rachim Dinata mengatakan, “Hari ini merupakan momen penting dan penuh makna, tidak hanya bagi RSHS, tetapi juga bagi dunia kesehatan secara lebih luas.”

Radiofarmaka FDG-18 adalah komponen vital dalam diagnostik kedokteran modern yang memiliki peran signifikan dalam deteksi dini penyakit-penyakit seperti kanker, gangguan neurologis, serta kelainan jantung.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini