Dalam kerja sama ini juga tersedia akses terhadap alokasi 1.000 sertifikat halal Australia, hasil kolaborasi sebelumnya antara GAHC dan Kementerian Perdagangan RI.
“Kami meyakini penguatan ekosistem halal tidak cukup hanya di dalam negeri. Sertifikasi halal global menjadi kunci bagi UKM untuk naik kelas dan menjadi pelaku utama industri halal dunia."
"Melalui kerja sama ini, kami ingin UKM Indonesia punya kepercayaan diri menembus pasar ekspor, khususnya Australia," pungkas Anton.
BSI International Expo 2025 pun menjadi panggung penting yang mempertemukan pelaku industri halal dari dalam dan luar negeri.
Baca Juga: Digitalisasi Pengadaan Dorong Efisiensi Aviasi dan Pariwisata Lewat PaDi UMKM
Ajang ini menjadi wadah untuk membangun jejaring global serta mendukung ambisi menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia.
Tak hanya berhenti di sana, BSI juga terus melakukan pendampingan bagi UMKM lewat berbagai program, seperti BSI UMKM Center yang tersebar di Aceh, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar, serta program Talenta Wirausaha BSI dan BSI Aceh Muslimpreneur.
Saat ini, lebih dari 862 UMKM telah menerima sertifikasi halal dari BSI. Dengan hadirnya kerja sama ini, ditargetkan akan ada tambahan 10.000 sertifikasi halal bagi UMKM yang siap menembus pasar internasional. ***
Artikel Terkait
BSI Hadirkan 50 Travel Haji, Umrah, dan Wisata Halal di BSI International Expo 2025
BSI International Expo 2025: Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner Halal Indonesia
Maher Zain Siap Tampil di BSI International Expo 2025, Harmoni Spiritual dan Hiburan di Tengah Ekosistem Halal
Eksplorasi Layanan Emas Syariah Lengkap di BSI International Expo 2025
Lewat BYOND, BSI Hadirkan Solusi Pembiayaan Mobil Digital yang Praktis dan Inklusif