"Kompetensi pers adalah bagian dari ekosistem ESG (Environmental, Social, Governance).
"Dukungan terhadap UKW adalah kontribusi Pegadaian dalam memperkuat tata kelola informasi publik yang transparan, adil, dan inklusif," tambah Rully Yusuf.
Dalam pembukaan UKW Bandung pada Mei 2025, Busyro Muqoddas, mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), memberikan pesan kuat tentang pentingnya menjaga etika jurnalistik.
"Profesi wartawan bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan nurani.
"Jika disusupi kepentingan politik atau ekonomi, maka yang lahir bukan informasi, tetapi manipulasi.
Baca Juga: Fenomena Borong Emas Kian Menggeliat, Pegadaian Catat Lonjakan Transaksi Fisik dan Digital
"UKW adalah ruang sakral untuk mengembalikan roh profesi ini kepada akar etikanya," tegas Busyro.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran pers sebagai penjaga moral publik.
"Jangan sampai perusahaan publik hanya sibuk membangun citra tanpa memperkuat sistem pengawasan.
Baca Juga: Deposito Emas Pegadaian Tembus 1 Ton Sejak Diluncurkan, Transaksi di April Meningkat 4x Lipat
"Wartawan yang kompeten dan beretika adalah bagian dari sistem pertahanan moral bangsa," tambahnya.
Direktur Eksekutif LPDS, Kristanto Hartadi, juga memberikan apresiasi atas dukungan Pegadaian dalam penyelenggaraan UKW secara berkelanjutan.
"Pegadaian menargetkan pelaksanaan UKW di 12 wilayah dan mendukung sertifikasi lebih dari 200 wartawan selama tahun 2025.
Baca Juga: Masih Kuliah atau Baru Lulus? Yuk, Magang di Pegadaian Syariah Wilayah Batam!
Artikel Terkait
Pegadaian Tawarkan Promo Menarik Cicil Emas Khusus Nasabah Arrum Haji, Diskon Hingga Rp75 Ribu per Gram
Dorong Literasi Keuangan Anak Muda, Pegadaian Luncurkan Program 100.000 Sultan Muda di Sumsel
Kali Ketujuh, Pegadaian Kembali Raih Predikat The Best Company To Work For in Asia
Pegadaian Umumkan Jajaran Komisaris dan Direksi Baru
Pegadaian dan PNM Latih 50 Difabel Bantul Membatik dan Berjualan Digital, Dorong Kemandirian Ekonomi Inklusif