Menanggapi berbagai masukan, ASDP menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu layanan secara menyeluruh.
Mulai dari digitalisasi sistem tiket, validasi manifest, penataan kawasan pelabuhan, hingga edukasi publik tentang pentingnya menggunakan tiket resmi dan mencantumkan identitas sah saat membeli tiket.
ASDP juga memperkuat kolaborasi dengan aparat kepolisian, KSOP, dan otoritas pelabuhan untuk menindak tegas praktik percaloan yang meresahkan.
Langkah ini dianggap penting demi menjaga ketertiban di pelabuhan dan memastikan keadilan layanan bagi seluruh pengguna jasa.
Ferizy, sebagai platform resmi penjualan tiket ferry, hanya mencatat data yang diinput langsung oleh penumpang.
Baca Juga: Penyeberangan Ramai Saat Libur Sekolah, ASDP Catat 558 Ribu Tiket Diskon Terjual
Oleh karena itu, ASDP kembali mengimbau masyarakat untuk tidak membeli tiket dari pihak tidak resmi, karena selain melanggar hukum, hal ini juga berisiko membuat data penumpang tidak tercatat dalam manifest dan kehilangan hak atas asuransi jika terjadi kecelakaan.
ASDP mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat upaya edukasi publik mengenai pentingnya sistem tiket resmi dan keakuratan data penumpang.
Keselamatan hanya bisa terwujud jika seluruh proses berjalan tertib, transparan, dan didukung kesadaran kolektif dari semua pihak.***
Artikel Terkait
Kompetisi Jurnalistik ASDP Journalism Award 2025 Kembali Digelar, Buka Peluang Bagi Pelaku Media dan Masyarakat Umum
ASDP Kembali Hidupkan Rute Strategis Bengkulu–Enggano, Mobilitas Warga 3T Kini Terkoneksi Lagi
971 Ribu Tiket Ludes di Libur Sekolah, ASDP Ingatkan Isi Manifest Sesuai KTP
Komisi VI DPR RI Dukung ASDP Percepat Pengembangan Pelabuhan Merak
Anak Usaha ASDP Genjot LDF Balikpapan–Parepare, Perkuat Konektivitas dan Majukan Ekonomi Daerah