Kabar BUMN - Didasarkan kepada keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), anak usaha PT Semen Indonesia Group Tbk. (SIG), PT Solusi Bangun Indonesia Tbk atau SBI membagikan dividen senilai Rp251,78 miliar untuk tahun buku 2022.
Jumlah ini 30% dari laba bersih SBI tahun buku 2022 senilai Rp839,27 miliar dan meningkat 14% dari tebaran dividen tahun buku 2021 senilai Rp216,27 miliar.
Dengan jumlah 9,01 miliar saham yang tercatat di Bursa, makan dividen per saham SBI mencapai Rp27,91 per lembar.
Baca Juga: Pembagian Sub Kelas Kereta Api Jarak Jauh, Mengapa dan Apa Perbedaannya?
“Perseroan berhasil menutup tahun 2022 dengan berbagai pencapaian, baik dari sisi kinerja keuangan maupun keberlanjutan yang berfokus pada inovasi di berbagai lini,” urai Direktur Utama SBI Lilik Unggul Raharjo.
Pencapaian tersebut, lanjut Lilik, juga tidak lepas dari berbagai upaya efisiensi, inovasi, dan penguatan sinergi dengan SIG selaku induk usaha dan Taiheyo Cement Corporation (TCC) yang menjadi mitra strategis kami.
Selain menyetujui pembagian dividen dan perubahan pengurus perseroan, RUPST juga menyetujui Laporan Tahunan Perseroan dan pengesahan atas Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2022.
Baca Juga: KAI Beri Promo untuk 5 Kereta Api Baru yang Mulai Beroperasi 1 Juni 2023, Cek Rutenya
Perkuat Kapabilitas
Guna mengatasi tantangan industri dan pasar ke depan, Lilik Unggul Raharjo mengatakan bahwa SBI akan memperkuat fokus pada empat aspek yaitu Operational Excellence, Process & Asset Optimization, Sustainable Development, serta People & Leaders.
Selain memperkuat sinergi dengan SIG dalam optimalisasi produksi dan distribusi serta pengelolaan pasar dan harga, SBI juga memperluas kapabilitas Perseroan untuk peningkatan utilisasi melalui proyek pengembangan fasilitas dermaga dan sarana produksi di Tuban, Jawa Timur yang ditargetkan selesai pada awal tahun 2024 mendatang.
“Fasilitas ini merupakan peluang untuk menyasar potensi pasar ekspor hingga 1 juta ton semen di Amerika Serikat melalui kerja sama strategis dengan TCC. Proyeksi kebutuhan semen di Amerika Serikat mencapai sekitar 112 juta ton pada tahun 2025, dimana lebih dari 20% pasokannya diperoleh dari impor,” terang Lilik.
Baca Juga: Gentle Remind: Manfaat Jalan Kaki Setiap Hari, Salah Satunya Bisa Menurunkan Berat Badan
Disampaikannya, saat ini, selain beberapa negara yang sudah menjadi tujuan ekspor diantaranya seperti Bangladesh dan Australia, Perseroan juga sudah mengekspor klinker ke Filipina dan Australia yang termasuk dalam jejaring pasar TCC, yang merupakan pasar yang cukup stabil dengan harga jual yang bagus.
Selain ekspor, sinergi antara SBI, SIG dan TCC juga mendorong pengenalan dan pemanfaatan solusi-solusi inovatif seperti solusi stabilisasi tanah untuk memperbaiki kondisi tanah lunak. Dengan demikian, SBI berpeluang memperluas penjualan semen dengan memanfaatkan potensi pasar baru ini.
Artikel Terkait
Semen Indonesia Raih Penghargaan Kategori Best Right of Shareholders
Pelindo dan Semen Indonesia Kolaborasi Perkuat Sinergi BUMN
Semen Indonesia Kembangkan Potensi Santri dalam Program Bakti BUMN
Cetak Sejarah! Dividen BUMN 2023 Capai Rp80,2 Triliun
BUMN Setor Dividen Rp80,2 Triliun untuk Negara, BRI Jadi Kontributor Terbesar