"Karena itu, kami memberikan berbagai program pelatihan untuk memperkuat kapasitas mereka, sebagai penjaga tradisi sekaligus kunci dalam mempertahankan kearifan lokal,” ujarnya.
Baca Juga: Quotes Bahasa Inggris yang Cocok untuk Rayakan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-80
Pelaksana Tugas Ketua Lembaga Adat Mapur, Asih Harmoko, mengungkapkan bahwa sejak berdirinya Desa Adat Gebong Memarong, PT Timah konsisten memberikan dukungan dan pendampingan.
“Kami berharap PT Timah terus sukses dan tetap mendukung program pelestarian budaya, bukan hanya untuk masyarakat Mapur, tetapi juga tradisi lainnya, sehingga warisan Bangka Belitung tetap terjaga,” katanya.
Ia menambahkan bahwa Desa Adat Gebong Memarong kini kerap menerima kunjungan dari pelajar, wisatawan, dan masyarakat umum.
“Kami bekerja sama dengan universitas dan sekolah di Bangka Belitung. Sepanjang 2025 saja, kunjungan dari pelajar sudah mencapai lebih dari 2.000 orang,” jelasnya.
Kini, Gebong Memarong bukan hanya deretan bangunan tradisional yang berdiri kokoh, tetapi juga menjadi rumah penuh harapan bahwa budaya dan kemajuan dapat berjalan beriringan.
Melestarikan warisan tidak berarti menolak perubahan, melainkan membangun masa depan yang berpijak pada tradisi yang kuat. ***
Artikel Terkait
PT Timah Latih Perempuan Sungailiat Ubah Sampah Jadi Kompos Bernilai Ekonomi
Rayakan HUT ke-49, PT Timah Kumpulkan 135 Kantong Darah Lewat Aksi Donor di Belinyu
Rayakan HUT ke-49, PT Timah Gelar Sunatan Massal untuk 100 Anak di Bangka Selatan
Gotong Royong Merah Putih, PT Timah Bersih-Bersih Kota Bersama Warga
PT Timah dan Warga Bersatu Jaga Lingkungan Toboali dalam Aksi Bersih Kota