Salah satunya adalah kendaraan taktis listrik inovatif PANDU TEV (Tactical Electric Vehicle) yang telah diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Indo Defence 2025.
Baca Juga: Danpussenif Tinjau Produk Strategis PT Pindad dan Dorong Kolaborasi untuk Pertahanan Nasional
Kendaraan ini menggunakan teknologi NMC Battery, dirancang untuk operasi militer senyap, mobilisasi personel, serta operasional TNI di berbagai medan dengan manuver lincah.
Produk unggulan lainnya meliputi SS Amphibious—senapan serbu kaliber 5,56 x 45 mm yang dapat menembak di darat (jarak efektif 200 meter) maupun di bawah air (jarak efektif 20 meter)—dan SPS-1, solusi pertahanan anti-drone pertama di Indonesia dengan dua metode: soft kill (memutus akses sinyal drone target) dan hard kill (menghancurkan drone menggunakan amunisi kaliber 5,56 x 45 mm).
KSTI 2025 sendiri merupakan forum nasional dan internasional yang diselenggarakan oleh Kemdiktisaintek dengan empat kegiatan utama: arahan Presiden kepada ilmuwan Indonesia, sesi diskusi bersama Nobel Laureate & Prominent Scholars, business matching, serta pameran hasil riset dan industri.
Baca Juga: Semangat Berkurban PT Pindad di Idul Adha 1446 H: Dirut Saksikan Langsung Penyembelihan
Mengusung tema “Sains dan Teknologi untuk Kemandirian dan Daya Saing Bangsa”, konvensi ini mempertemukan ribuan ilmuwan, teknokrat, pelaku industri, dan pengambil kebijakan.
Forum ini menjadi ajang strategis untuk merumuskan peta jalan riset dan inovasi di delapan sektor prioritas: energi, pertahanan, digitalisasi (kecerdasan buatan dan semikonduktor), hilirisasi dan industrialisasi, kesehatan, pangan, maritim, material, dan manufaktur maju.
Pada hari pertama KSTI 2025, Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa, menjadi pembicara dalam panel diskusi jajaran Direktur Utama BUMN.
Baca Juga: PT Pindad Bangga, Maung MV3 Dikemudikan Prabowo saat Sambut Macron di Magelang
Sementara di hari kedua, Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Pindad, Prima Kharisma, menjadi narasumber pada sesi manufaktur pertahanan dalam negeri.
Partisipasi PT Pindad di KSTI 2025 menegaskan perannya sebagai industri pertahanan nasional berbasis teknologi yang turut mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Dengan mengintegrasikan riset, teknologi, dan kebutuhan industri, konvensi ini menjadi langkah nyata menuju Indonesia Emas 2045 yang berdaulat secara teknologi dan berdaya saing global.***
Artikel Terkait
Semangat Berkurban PT Pindad di Idul Adha 1446 H: Dirut Saksikan Langsung Penyembelihan
Danpussenif Tinjau Produk Strategis PT Pindad dan Dorong Kolaborasi untuk Pertahanan Nasional
PT Pindad Resmi Jadi Komponen Pendukung Pertahanan Negara, Tanda Kepercayaan Strategis dari Kemhan
Delegasi Universitas Pertahanan Zimbabwe Kunjungi PT Pindad, Bahas Potensi Kerja Sama Strategis
TJSL PT Pindad Resmikan Renovasi Kelas SDN Danumaya, Subang: Dorong Semangat Belajar Siswa