“Kami tidak hanya menciptakan platform, tapi juga membangun ekosistem digital yang siap bertumbuh. Bale Korpora dirancang agar skalabel dan adaptif terhadap kebutuhan nasabah korporasi dari berbagai sektor,” tegas Nixon.
Hingga akhir 2024, 17.600 institusi telah menggunakan BTN Cash Management, kini Bale Korpora, dengan jumlah transaksi kumulatif mencapai 3,3 juta, meningkat 138% secara tahunan (year-on-year). Sedangkan nominal transaksi mencapai Rp228,7 triliun, bertumbuh 39% yoy.
Mayoritas pengguna Bale Korpora berasal dari sektor perumahan, contohnya developer dan kontraktor, yang selama ini menjadi pengguna utama BTN Cash Management.
Ke depannya, BTN terus merambah ke berbagai perusahaan dan institusi di sektor lainnya yang membutuhkan layanan pengelolaan keuangan dan transaksi terintegrasi untuk mendukung operasional dan bisnisnya.
Contohnya, manufaktur dan perdagangan, pendidikan, kesehatan, pemerintahan, dan perusahaan jasa keuangan.
BTN menargetkan total pengguna Bale Korpora dapat mencapai 25.000 perusahaan dan turut membantu pertumbuhan DPK.
“Potensinya pasti besar. Giro kami tumbuhnya lumayan bagus hari ini. Secara keseluruhan DPK diharapkan tumbuh 11% pada tahun ini, dan salah satunya ditopang pertumbuhan giro,” ujar Nixon.***
Artikel Terkait
BTN Buka Lowongan Magang untuk Mahasiswa Semester Akhir dan Fresh Graduate, Tersedia 10 Posisi
Wujudkan Masa Depan dan Finansial Impian Keluarga Indonesia, BTN Hadirkan Segmen BTN Prima
BTN Tawarkan Magang Plus Sertifikat BUMN, Jangan Lewatkan!
Hingga Juni 2025, BTN Salurkan Dana TJSL Rp40,7 Miliar
Hadirkan Pembiayaan Subsidi BTN Syariah, Da'i dan Guru Ngaji Berkesempatan Punya Rumah Impian
Kuota FLPP Alami Penambahan, BTN Siap Perluas Akses Rumah Layak bagi Rakyat