Wamenhan Tinjau Uji Coba Teknologi Modifikasi Cuaca di Lampung, Flare Lokal Pindad Jadi Andalan Tangkal Karhutla

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Kamis, 28 Agustus 2025 | 12:45 WIB
Uji coba flare CoSAT 1000 buatan PT Pindad digelar di Lapangan Udara Pangeran Mohammad Bunyamin (BNY), Lampung, Selasa (26/8). (pindad.com)
Uji coba flare CoSAT 1000 buatan PT Pindad digelar di Lapangan Udara Pangeran Mohammad Bunyamin (BNY), Lampung, Selasa (26/8). (pindad.com)

Kabar BUMN - Wakil Menteri Pertahanan RI (Wamenhan) sekaligus Sekretaris Dewan Pertahanan Nasional (DPN), Donny Ermawan, bersama Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan dan Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI Tonny Harjono, meninjau demonstrasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Lapangan Udara Pangeran Mohammad Bunyamin (BNY), Lampung, pada Selasa (26/8/2025).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh DPN bekerja sama dengan BMKG, BRIN, PT Pindad, TNI AU, serta PT Smart Aviation. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Komersial PT Pindad, Budhiarto.

Demonstrasi TMC ini sekaligus menjadi ajang uji coba flare CoSAT 1000 buatan PT Pindad, produk dalam negeri yang diharapkan mampu mengurangi ketergantungan impor sekaligus mendukung strategi nasional penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Baca Juga: Menikmati Keindahan Laut Selatan dari Tebing di Pantai Ngungap, Gunungkidul

Direktur Komersial PT Pindad, Budhiarto, mengungkapkan keunggulan sistem flare tersebut.

“Dengan teknologi ini, hujan buatan dapat diturunkan dengan memanfaatkan awan yang ada tanpa menimbulkan dampak negatif bagi manusia maupun lingkungan.

"Kehadiran produk lokal buatan Pindad ini diharapkan dapat menjadi solusi strategis terutama mengingat luasnya hutan dan lahan Indonesia yang rawan akan karhutla,” jelasnya.

Baca Juga: Dibuka Loker BUMN untuk Lulusan S1 Psikologi dengan Penempatan di Jawa Barat, Kirim Lamaran Segera ke PT MUM

Budhiarto menambahkan, sistem flare CoSAT 1000 memiliki pengoperasian yang praktis dan cepat serta kemampuan menghasilkan cloud condensation nuclei (CCN) alami, yang penting dalam proses penyemaian awan untuk menghasilkan hujan buatan.

Dalam peninjauannya, Wamenhan RI Donny Ermawan menegaskan dukungannya terhadap pengembangan dan pemanfaatan teknologi ini.

“Teknologi ini harus dimanfaatkan optimal dan diproduksi secara masif di dalam negeri.

Baca Juga: Kesempatan Berkarier di Industri Perfilman Indonesia, Lamar Magang di PFN, Sedang Dibuka Posisi untuk Mahasiswa Aktif

"Diharapkan adanya kolaborasi lanjutan antara BRIN dan PT Pindad dalam pengembangan teknologi ini.

"Flare TMC strategis untuk tanggulangi karhutla dan wujudkan kemandirian pertahanan nirmiliter,” tuturnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dwi NM

Sumber: pindad.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini