Menurut Anggoro, “Langkah ini menjadi salah satu upaya kami mendorong masyarakat untuk mempersiapkan dana haji dengan baik, terutama segmen nasabah pegawai dengan fixed income yang bisa kita optimalisasi lewat payroll,” ujarnya.
Baca Juga: Pantai Tanah Barak, Tempat Wisata Hits di Bali yang Jadi Spot Foto Favorit Pelancong
Kinerja payroll sendiri turut mendorong pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI. Pada Maret 2025, DPK mencapai Rp319,34 triliun, naik 7,40% year-on-year dibanding Maret 2024 yang sebesar Rp297,33 triliun.
Dari total tersebut, sekitar 61% adalah dana murah, dengan tabungan menyumbang 42% dan tabungan wadiah sebesar 40%.
Melihat tren positif itu, Anggoro optimis kinerja payroll akan tetap tumbuh sepanjang tahun ini. Posisi BSI sebagai bank operasional pemerintah sekaligus mitra resmi berbagai kementerian dan lembaga negara dalam pengelolaan rekening gaji diyakini menjadi faktor pendukung utama.
Baca Juga: Kolaborasi Sehat: Dahana Gelar Senam Prolanis untuk Cegah Penyakit Kronis
“Di tengah kondisi likuiditas yang kompetitif, payroll menjadi langkah efektif untuk mengelola DPK secara terkontrol, aman, dan berkelanjutan. Serta dari sisi profil risiko yang sehat dan terukur saat nasabah melakukan pembiayaan,” pungkas Anggoro. ***
Artikel Terkait
Green Zakat Framework BSI, Strategi Baru Optimalkan Zakat Indonesia
BSI Perkuat Literasi Syariah lewat Program Rumah Qur’an
BSI Perkuat Pembiayaan Travel Umrah untuk Dongkrak Industri Halal Nasional
Harga Emas Tembus Rp2 Juta per Gram, Permintaan Cicil Emas di BSI Meroket
BSI Dorong Ekonomi Hijau Lewat Green Financing dan Zakat Berkelanjutan