Bank Sampah Pegadaian, Gerakan Zero Waste yang Bikin Tabungan Emas Bertambah, Kok Bisa?

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Minggu, 21 September 2025 | 11:30 WIB
Bank Sampah Pegadaian hadir sebagai solusi zero waste sejak 2018. Masyarakat bisa menjaga lingkungan sekaligus menabung emas melalui program MSME. (Dok. Pegadaian)
Bank Sampah Pegadaian hadir sebagai solusi zero waste sejak 2018. Masyarakat bisa menjaga lingkungan sekaligus menabung emas melalui program MSME. (Dok. Pegadaian)

Kabar BUMN - Menjaga bumi bisa dimulai dari hal sederhana, salah satunya lewat pengelolaan sampah.

Pegadaian sejak 2018 menghadirkan Bank Sampah sebagai langkah nyata menuju konsep zero waste.

Program ini tidak hanya membantu mengurangi sampah, tapi juga memberi manfaat finansial bagi masyarakat.

Baca Juga: Last Call! Magang Akuntansi di PT DAHANA Tutup Pendaftaran Hari Ini 21 September

Mengenal Bank Sampah Pegadaian

Bank Sampah merupakan fasilitas yang mengusung prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) untuk mengedukasi masyarakat soal pentingnya memilah sampah.

Melalui sarana ini, warga bisa belajar mengelola limbah rumah tangga, bahkan mengubahnya menjadi Tabungan Emas. Program ini juga mendukung implementasi ekonomi sirkular sesuai regulasi pemerintah.

Baca Juga: Wisata Malam di Candi Sewu, Masih Bersama Kisah Tanah Jawa, Menyimak Cerita yang Jarang Terungkap

Dukungan dan Jaringan Bank Sampah

Agar program berjalan optimal, Pegadaian menggandeng pemerintah kabupaten, kota, dan provinsi di berbagai daerah, termasuk Jember, Pangandaran, Jakarta Pusat, hingga Sulawesi Selatan.

Dukungan juga datang dari FORSEPSI (Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia) yang ikut memperkuat pelaksanaan di lapangan. Dengan kerja sama ini, tercatat sepanjang 2024, Bank Sampah berhasil menyerap 6.669 ton sampah dan mengedukasi lebih dari 46 ribu masyarakat.

Baca Juga: Dahana Perkenalkan Inovasi Dabex UG di Mining Indonesia 2025

Manfaat Ekonomi dan Sosial

Program Bank Sampah terintegrasi dengan inisiatif Memilah Sampah Menabung Emas (MSME). Konsep ini memungkinkan masyarakat menukar sampah dengan saldo yang dikonversikan menjadi Tabungan Emas.

Dampaknya nyata, dengan Social Return on Investment (SROI) mencapai 1:11,9, artinya setiap Rp1 yang diinvestasikan berbuah manfaat sosial senilai Rp11,9.

Baca Juga: Layanan Kesehatan Gratis Hadir di Terminal Manggar, PT Timah Gandeng Dishub Beltim

Cara Kerja Memilah Sampah Menabung Emas

Prosedur MSME cukup mudah diikuti. Warga hanya perlu menyetor sampah terpilah ke Bank Sampah, kemudian petugas melakukan pengecekan, penimbangan, dan pencatatan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini