HUT ke-80 KAI: Transformasi Panjang Tulang Punggung Pembangunan dan Konektivitas Indonesia

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Minggu, 28 September 2025 | 07:30 WIB
Dari Djawatan Kereta Api (1950), PNKA (1963), PJKA (1971), Perumka (1991), hingga PT Kereta Api (Persero) pada 1998, setiap fase menegaskan peran KAI sebagai tulang punggung transportasi bangsa. (DOK. KAI)
Dari Djawatan Kereta Api (1950), PNKA (1963), PJKA (1971), Perumka (1991), hingga PT Kereta Api (Persero) pada 1998, setiap fase menegaskan peran KAI sebagai tulang punggung transportasi bangsa. (DOK. KAI)

“Dengan kehadiran layanan premium, digitalisasi end-to-end, serta moda baru seperti Whoosh dan LRT Jabodebek, KAI Group semakin memperkuat posisinya sebagai pelopor transportasi modern yang efisien, ramah lingkungan, dan terintegrasi, mendukung agenda green transportation nasional,” lanjut Anne.

Baca Juga: KA Matarmaja Tampil dengan Wajah Baru, Kursi Lebih Nyaman Tetap Jadi Favorit Rakyat

KAI juga memperluas perannya sebagai katalisator ekonomi rakyat. Pada 15 Agustus lalu, KAI melakukan uji dinamis Kereta Petani-Pedagang rute Surabaya Gubeng–Lamongan PP.

“Kereta ini dirancang khusus untuk memudahkan petani dan pedagang mengangkut hasil panen dan dagangan dengan aman, efisien, dan terjangkau. Inisiatif ini menjadi langkah kontribusi KAI dalam menggerakkan ekonomi masyarakat,” tutup Anne.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: Antara.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini