Keduanya dikatakan sebagai state of art PAL Indonesia. Keseluruhan rancang bangun kapal perang dan integrasi senjata dilakukan dalam satu kontrak. Ini merupakan salah satu nilai tambah bagi PAL Indonesia, sekaligus bukti akan kemampuan kapabilitas produksi.
Baca Juga: InJourney Bersama Sarinah dan HIN Selenggarakan Pelatihan, Pelaku Pariwisata di Labuan Bajo Antusias
Didukung dengan kemampuan penguasaan teknologi bagi SDM PAL Indonesia khususnya terkait dengan network centric warfare.
Setelah tahap ini, KRI Kapak-625 dan KRI Panah-626 dinyatakan telah siap bertugas khususnya dalam memperkuat dan mempertahankan kedaulatan maritim Indonesia di wilayah Koarmada III.***
Artikel Terkait
Senjata Pamungkas Buatan Indonesia Raih Penghargaan Internasional
Kuasai Pasar ASEAN, PT PAL Kembali Ekspor Kapal Perang Ke Filipina
Kolaborasi Ekosistem Industri Pertahanan
Panglima TNI Tugaskan PT INTI Genjot TKDN Pertahanan
PAL Indonesia Unjuk Kemampuan Produk di IMDEX Asia 2023, Bukti Mewujudkan Kemandirian di Industri Pertahanan
Menteri Pertahanan Kongo Kunjungi Pindad, Kerjasama Antar Kedua Negara Jadi Pembahasan