PHI Perkuat Budaya Keselamatan Migas Lewat Program Full Cycle Observation di Kalimantan

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Selasa, 14 Oktober 2025 | 12:45 WIB
PHI tingkatkan budaya keselamatan migas lewat Program Full Cycle Observation di Kalimantan, efektif turunkan insiden dan perkuat efisiensi kerja. (Dok. PHI)
PHI tingkatkan budaya keselamatan migas lewat Program Full Cycle Observation di Kalimantan, efektif turunkan insiden dan perkuat efisiensi kerja. (Dok. PHI)

Selain menekan potensi insiden, FCO juga memberikan hasil nyata terhadap peningkatan penerapan aspek keselamatan kerja di lapangan.

Baca Juga: Asam Lambung Sering Kambuh? Mungkin Bukan Makanmu yang Salah, Tapi Pikiranmu

Hasil rekomendasi inspeksi dari kegiatan Well Intervention sejak 2024 menunjukkan peningkatan signifikan dalam penerapan standar keselamatan.

Bahkan temuan minor, seperti perbaikan walkway dan grating, juga menjadi bagian penting dari upaya menjaga fasilitas tetap optimal dan aman digunakan.

Upaya pencegahan lain yang dijalankan adalah penerapan mekanisme barikade dengan safety line untuk meminimalkan risiko saat pekerjaan bertekanan tinggi berlangsung.

Baca Juga: BUMN ANTARA Buka Magang Account Executive, Yuk Latih Skill Komunikasimu!

Di sisi lain, tim juga menemukan banyak praktik positif di lapangan yang dapat dijadikan contoh bagi wilayah kerja lain, seperti penggunaan penutup kepala untuk melindungi pekerja dari panas, pemasangan cover guyline agar tidak tersandung, serta housekeeping yang rapi dan tertata dengan baik.

“Temuan-temuan ini mencerminkan semakin kuatnya budaya keselamatan dan kepedulian terhadap lingkungan kerja yang aman dan nyaman di setiap lini operasi,” tambah Sigid."

"Keberhasilan pelaksanaan FCO di Lapangan Sangasanga pun diharapkan menjadi model penerapan serupa di lapangan migas lain di wilayah Kalimantan.

Baca Juga: Promo DAMRI x Indomaret hanya Sampai 15 Oktober 2025, Segera Serbu Diskon Rp10 Ribu

Sebagai wujud komitmen berkelanjutan terhadap keselamatan kerja, PHI menegaskan bahwa program FCO akan terus dikembangkan untuk memberikan perspektif baru dalam penerapan aspek keselamatan dan efisiensi di Regional 3 Kalimantan.

Upaya ini juga menjadi bagian penting dari kontribusi PHI dalam menjaga keberlanjutan produksi migas nasional serta mendukung ketahanan energi Indonesia sesuai visi pemerintah dalam mewujudkan swasembada energi.

Pada tahun 2024, PHI mencatatkan produksi sebesar 58,4 ribu barel minyak per hari (MBOPD) dan 621,2 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD). Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, PHI mengelola bisnis hulu migas di Kalimantan berdasarkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). ***

 

Add as a preferred source on Google
Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler