KA Singasari, Perjalanan Panjang yang Perkuat Mobilitas, Ekonomi, dan Pariwisata dari Utara ke Selatan Jawa

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Minggu, 19 Oktober 2025 | 09:00 WIB
Dari Januari ke September 2025, KA Singasari yang menghubungkan Pasar Senen - Jakarta hingga Blitar - Jawa Timur melayani 336.878 pelanggan, meningkat 326.560 pelanggan dari periode sama tahun lalu. (DOK. KAI)
Dari Januari ke September 2025, KA Singasari yang menghubungkan Pasar Senen - Jakarta hingga Blitar - Jawa Timur melayani 336.878 pelanggan, meningkat 326.560 pelanggan dari periode sama tahun lalu. (DOK. KAI)

Kabar BUMN - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan peningkatan jumlah penumpang layanan KA Singasari di sepanjang Januari hingga September 2025.

Di periode tersebut KA Singasari yang menghubungkan Pasar Senen - Jakarta hingga Blitar - Jawa Timur melayani 336.878 pelanggan, meningkat dibandingkan 326.560 pelanggan pada periode yang sama tahun 2024.

“Dari lintas utara hingga selatan Jawa, layanan ini menjadi penggerak ekonomi sekaligus mendukung mobilitas rendah emisi di sepanjang wilayah yang dilalui,” ujar Vice President Public Relations KAI Anne Purba.

Baca Juga: PNM Dorong Pengusaha Ultra Mikro Melek Digital Lewat Program DIVA: Digital, Inovatif & Adaptif

KA Singasari mulai beroperasi pada 17 Juli 2017 dengan layanan kelas Eksekutif dan Ekonomi.

Seiring meningkatnya minat masyarakat, pada tahun 2019 KAI menambah rangkaian kereta eksekutif untuk memberikan kenyamanan lebih bagi pelanggan pada perjalanan jarak jauh.

Perjalanan KA Singasari dimulai dari Stasiun Pasar Senen, salah satu stasiun dengan volume penumpang KA jarak jauh terbanyak di Indonesia.

Baca Juga: Kimia Farma dan RSCM Perluas Layanan Terapi Stem Cell

Setiap harinya, puluhan ribu pelanggan berangkat menuju berbagai kota besar dari stasiun ini, menjadikannya simpul utama pergerakan masyarakat antara Jakarta dan daerah-daerah di Jawa.

Dari ibu kota, kereta melintas kawasan industri di Bekasi, Karawang, dan Cikampek, lalu menembus hamparan hijau Haurgeulis dan Jatibarang sebelum singgah di Cirebon yang dikenal sebagai kota budaya dan perdagangan pesisir utara.

Perjalanan berlanjut menuju Purwokerto, Kutoarjo, Wates, dan Yogyakarta yang terkenal sebagai pusat budaya dan pendidikan.

Baca Juga: Pertamina Hulu Indonesia Umumkan 15 Penerima Beasiswa Sobat Bumi Kalimantan 2025, Dukung SDM Unggul dan Berdaya Saing

Setelah itu, lintasan mengarah ke Klaten, Solo, dan Madiun sebagai kawasan industri dan pusat perkeretaapian nasional.

Dari Madiun, kereta melanjutkan perjalanan ke Kediri, Tulungagung, dan Ngunut hingga mencapai Blitar, kota bersejarah yang menjadi destinasi wisata dan ziarah ke makam Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini