Kabar BUMN - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX:IPCC) mencatat kenaikan laba sebesar 28,42 persen secara year on year (yoy) hingga 30 September 2025.
Di akhir Kuartal III-2025 ini IPCC membukukan laba bersih Rp190,30 miliar, naik Rp42,28 miliar dari periode sama tahun lalu, yang mencapai Rp148,02 miliar.
Dari sisi pendapatan, IPCC membukukan pendapatan sebesar Rp660,24 miliar. Angka ini meningkat 12,7% dibandingkan periode sama tahun lalu yang senilai Rp585,82 miliar.
Baca Juga: Satu Tahun Kabinet Merah Putih, Sektor Pariwisata Kembali Menjadi Penggerak Ekonomi Rakyat
Pertumbuhan ini ditopang pendapatan dari sektor pelayanan jasa terminal sebesar Rp591,34 miliar, sektor pelayanan jasa barang Rp35,98 miliar, sektor pelayanan rupa-rupa usaha sebesar Rp32,37 miliar dan pengusaha tanah, bangunan, air dan listrik dan Rp547,86 miliar.
Secara keseluruhan, pendapatan berdasarkan layanan terdiri atas 78% dari segmen internasional dan 22% dari segmen domestik.
Komposisi pendapatannya per jenis kargo yakni, 77 persen CBU, 11 persen Alat Berat, 9 persen Truck/Bus, 2 persen General Cargo/Spareparts, dan 1 persen kargo lainnya.
Baca Juga: Inovasi dan Teknologi Infrastruktur WIKA Raih Penghargaan Internasional di Amsterdam
Di sisi lain, beban pokok pendapatan IPCC meningkat menjadi Rp371,75 miliar. Angka ini naik dibandingkan posisi tahun lalu yang sebesar Rp343,3 miliar.
Posisi aset perseroan pada akhir September 2025 tercatat sebesar Rp1,93 triliun. Aset ini naik 4,21 persen dari posisi tahun lalu yang sebesar Rp1,85 triliun.
Sementara posisi liabilitas dan ekuitas IPCC masing-masing tercatat sebesar Rp586,72 miliar dan Rp1,34 triliun.
Keduanya naik dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang masing-masing sebesar Rp573,5 miliar dan Rp1,27 triliun.
Baca Juga: PT TIMAH dan BKKBN Bangka Belitung Bersatu Cegah Stunting Menuju Indonesia Emas 2045
Direktur Keuangan IPCC Wing Megantoro menjelaskan, berdasarkan neraca keuangan, kinerja IPCC menunjukkan kondisi yang sehat dan memiliki fundamental yang solid serta tidak memiliki pinjaman (debt free company).
Artikel Terkait
Akhir Tahun 2023, IPCC Tebar Dividen Interim dengan Yield Sebesar 3,06%
TenunNyaman, Produk UMK Binaan IPCC Bersinergi dengan IPCM Sudah Selesai Produksi
IPCC Catatkan Kinerja Positif di Tahun 2023, Laba Tumbuh 18%, Pelayanan Kargo Naik 89%
Kinerja Triwulan I Tahun 2024 Tidak Sesuai Target, IPCC Siap Optimalkan Operasional di Triwulan Berikutnya untuk Capai Performa Keuangan
Catatkan Pertumbuhan di 2024, IPCC Akan Tingkatkan Kinerja Lagi dengan Strategi Pertumbuhan Inorgarnik di 2025