“Tidak hanya tata kelola korporasi, PI juga melakukan pembenahan pada tata kelola penyediaan pupuk.
"Untuk itu kami mendorong petani di seluruh Indonesia dapat mengoptimalkan penebusan pupuk bersubsidi yang tahun ini dialokasikan Pemerintah sebesar 9,55 juta ton,” jelas Rahmad.
Baca Juga: Tinggal Hitungan Hari, DAMRI Siapkan Promo Gajian Diskon 20%!
Selain pupuk bersubsidi, Pupuk Indonesia juga menyiapkan stok pupuk nonsubsidi sebanyak 480.364 ton, terdiri atas:
- Urea: 412.212 ton
- NPK: 27.411 ton
- ZA: 40.740 ton
Baca Juga: Investasi Emas Lewat Tring! by Pegadaian, Tabung atau Cicil Emas Semakin Mudah dan Praktis
Langkah ini menjadi solusi bagi petani yang belum terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), karena pupuk bersubsidi hanya diperuntukkan bagi petani dengan lahan maksimal dua hektare dan sepuluh komoditas utama yaitu: padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, kakao, kopi, tebu rakyat, dan ubi kayu (singkong).
“Pupuk Indonesia akan terus menjaga amanah dalam menyediakan pupuk bagi petani.
"Kami berharap pelaksanaan musim tanam Oktober–Maret bisa berjalan baik, produktivitas meningkat, dan Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia seperti yang dicita-citakan Presiden Indonesia,” tutup Rahmad.***
Artikel Terkait
Pupuk Indonesia Tegas Beri Sanksi Kios Nakal, Demi Lindungi Petani
Pupuk Indonesia Dorong Petani Gowa Aktif Gunakan Pupuk Organik Bersubsidi
Pupuk Indonesia Dukung Petani Pangkep Lewat Edukasi dan Akses Pupuk untuk Ketahanan Pangan
Pupuk Indonesia Buka Pendaftaran Penerima Pupuk Titik Serah (PPTS) 2026, Simak Syarat dan Info Lengkapnya
Pupuk Indonesia Dukung Langkah Bersejarah Pemerintah Turunkan HET Pupuk Subsidi