Tak hanya membangun jalan, proyek ini juga menyiapkan rest area tipe A lengkap dengan fasilitas kuliner dan produk UMKM lokal.
Baca Juga: Bayan Village Banyumas, Penginapan dan Resto Ala Ghibli yang Tawarkan Kesyahduan Panorama Air Terjun
Kehadiran area ini diharapkan menjadi pusat ekonomi baru bagi masyarakat sekitar serta membuka lapangan kerja tambahan.
Pembangunan Tol Lingkar Pekanbaru turut memberi efek berganda terhadap perekonomian setempat.
Banyak usaha kecil bermunculan di sekitar lokasi proyek, mulai dari warung makan, bengkel, hingga toko material bangunan yang ikut menopang aktivitas konstruksi.
Baca Juga: Upacara Peringatan Sumpah Pemuda, PTPN IV Regional III: Semangat Pemuda Napas Transformasi
Hutama Karya menargetkan proyek ini rampung pada akhir 2026.
Setelah beroperasi, tol ini diharapkan menjadi penggerak utama ekonomi Riau, membuka akses menuju kawasan industri dan wisata, serta memperluas kesempatan kerja berkelanjutan.
“Kami bertekad menjadi mitra terpercaya pemerintah dalam mewujudkan pemerataan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan rakyat melalui konektivitas infrastruktur yang berkualitas dan berkelanjutan.” tutupnya.
Baca Juga: PHE Jadikan Cost Optimization Sebagai Budaya Kerja, Program Optimus Sukses Hemat US9 Juta
Hingga kini, Hutama Karya telah membangun ±1.235 km Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang mencakup ruas-ruas operasional maupun dalam tahap konstruksi, mulai dari Tol Bakauheni–Terbanggi Besar, Pekanbaru–Dumai, hingga Sigli–Banda Aceh.***
Artikel Terkait
Wapres Gibran Tinjau Progres Tol Palembang–Betung, Hutama Karya Targetkan Lebaran 2026 Bisa Beroperasi
Revitalisasi 7.800 Hektare Lahan Pertanian, Hutama Karya Fokus Perbaikan Irigasi di Aceh dan Bali
RSUD Kota Bima Capai Tahapan Topping Off, Hutama Karya Terus Dorong Pembangunan Berkualitas
Hutama Karya Luncurkan Roadmap ESG, Wujud Komitmen Menuju Bisnis Infrastruktur Berkelanjutan
Hutama Karya Tuntaskan 72,59% Pembangunan Jalan Maliana, Bukti Kapabilitas di Pasar Internasional