“PNM telah melayani 22,7 juta nasabah yang berarti sudah ada 22,7 juta keluarga yang diberdayakan melalui modal dan pendampingan usaha PNM melalui AO untuk keluar dari garis kemiskinan dan menuju ke kondisi keluarga sejahtera,” ujar Arief.
Baca Juga: Tempat Wisata di Quenzon City, Kawasan Budaya di Manila dengan Beragam Bangunan Bersejarah
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa para AO PNM tidak sekadar bekerja, melainkan menjadi roda penggerak pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil di berbagai pelosok negeri.
Langkah yang diambil PNM terbukti tidak hanya menciptakan lapangan kerja baru, tetapi juga membuka jalan bagi perubahan sosial yang berkelanjutan.
Dari tangan para pemudi muda lulusan SMA dan SMK inilah tumbuh semangat baru bahwa pemberdayaan tidak selalu lahir dari pusat kota atau gedung-gedung tinggi.
Baca Juga: BSI Buka Lowongan Kerja Jalur ODP, Tersedia Posisi untuk Lulusan S1 hingga S2 Berbagai Jurusan
Justru, perubahan itu lahir dari rumah-rumah sederhana di pelosok negeri, dari mereka yang setiap hari mendengar, mendampingi, dan membersamai masyarakat kecil.
Melalui tangan-tangan muda inilah, visi PNM untuk membangun ekonomi kerakyatan tidak lagi sekadar cita-cita di atas kertas, tetapi menjadi gerakan nyata yang menyalakan harapan di jutaan rumah tangga ibu-ibu prasejahtera Indonesia.***
Artikel Terkait
PNM Raih Penghargaan Anugerah Ekonomi Hijau 2025 Berkat Keberhasilan Kembangkan Kampung Madani Wukirsari
PNM Angkat Karya Nasabah ke Panggung Nasional Lewat Kolaborasi Eksklusif Bersama Desainer Rinaldy Yunardi
Tinjau Rumah Pangan PNM, Menko Pangan Panen Brokoli hingga Ayam Petelur
Berkat Inovasi Digital Program, PNM Mekaar Raih Penghargaaan ICAII 2025
PNM Dorong Pengusaha Ultra Mikro Melek Digital Lewat Program DIVA: Digital, Inovatif & Adaptif