Kisah Perajin Gantungan Kunci Binaan BRI, Ikut Pameran Ditengah Perhelatan KTT ke-42 Asean di Labuan Bajo

Photo Author
Winda Wahdania, Kabar BUMN
- Sabtu, 20 Mei 2023 | 11:15 WIB
Labuan Bajo Resin Art (Labora), salah satu UMKM binaan BRI di perhelatan KTT ASEAN ke-42 di Labuan Bajo (Dok.BRI)
Labuan Bajo Resin Art (Labora), salah satu UMKM binaan BRI di perhelatan KTT ASEAN ke-42 di Labuan Bajo (Dok.BRI)

Kabar BUMN – Aneka produk usaha mikro, kecil dan menengah, baik kerajinan kain tenun hingga gantungan kunci resin dipajang apik di lapak dalam pameran UMKM Rumah BUMN SME’s Hub di Waterfont City Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Keramaian terlihat di lapak UMKM dalam pameran tersebut saat perhelatan KTT ke-42 Asean di Labuan Bajo yang diselenggarakan pada 9-11 Mei 2023 lalu.

Adalah Sebastian Nganggur, salah satu pelaku UMKM binaan BRI tengah sibuk melayani pembeli. Sebastian Nggagur atau akrab disapa Bastian Labora tampak menunjukkan barcode QRIS dari BRI kepada seorang pengunjung yang membeli gantungan kunci buatannya.

Baca Juga: Kampanyekan #PakaiMolis, BUMN Yakinkan Masyarakat Untuk Beralih ke Kendaraan Listrik

Setelah transaksi berhasil, Bastian melempar senyum hangat sembari mengucapkan terima kasih.

"Saya difasilitasi BRI ikut pameran dari Kementerian BUMN di sini" kata Bastian seperti dikutip dari Antara.

Usaha yang ditekuni Bastian merupakan UMKM binaan BRI Cabang Laban Bajo.

Dengan nama usaha Labuan Bajo Resin Art (Labora), Bastian memproduksi dan memasarkan bermacam gantungan kunci dengan desain menarik.

Ada gambar manta, Komodo, rumah adat dan jenis-jenis ikon menarik Labuan Bajo dalam gantungan kunci itu.

Baca Juga: Wujudkan Jembrana Jadi Wisata Dunia, ASDP Kerjasama Dengan Pemerintah Dalam Pengembangan Pelabuhan Gilimanuk

Dengan modal awal Rp5 juta, Bastian memulai usaha sampingan ini sejak tahun 2019 lalu.

Sebagai pegawai swasta, dia menghabiskan satu hingga dua jam sehari untuk membuat aksesori tersebut.

Dia memproduksi setidaknya sekitar 100 buah gantungan kunci yang dibanderol seharga Rp40 ribu per biji.

Dalam menjalani roda usahanya, Bastian sempat mengalami kesulitan. Dia perlu meningkatkan produksinya, tetapi di satu sisi alat kerja dan tempat usaha terbatas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Winda Wahdania

Tags

Artikel Terkait

Terkini