Dengan Pemanfaatan Digitalisasi, BRI Bantu UMKM Go Internasional

Photo Author
Winda Wahdania, Kabar BUMN
- Sabtu, 20 Mei 2023 | 18:30 WIB
Modernisasi UMKM, digitalisasi atau pemanfaatan digitalisasi (pemasaran) dan go internasional dari produk yang dihasilkan. (bri.co.id)
Modernisasi UMKM, digitalisasi atau pemanfaatan digitalisasi (pemasaran) dan go internasional dari produk yang dihasilkan. (bri.co.id)

Kabar BUMN – Pemerintah selalu memberikan perhatian kepada Usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk terus bangkit dan berkembang, baik yang langsung dijalankan oleh pemerintah maupun melalui perusahaan milik negara.

Bukan hanya pemerintah, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang merupakan salah satu perusahaan di bawah Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ikut andil dalam memberikan perhatian pada pengembangan produk dari pelaku UMKM agar naik kelas untuk membangkitkan dan kemandirian ekonomi masyarakat.

Menurut CEO BRI Regional Makassar Rahman Arif, dengan peningkatan kualitas produk dan pemanfaatan teknologi digital. Modernisasi UMKM, digitalisasi atau pemanfaatan digitalisasi (pemasaran) dan go internasional dari produk yang dihasilkan.

Baca Juga: 5 Tips Agar Selalu Bahagia Saat Bekerja di Kantor, Cari Cuan Jadi Semakin Semangat

Salah satu contoh pada tahap modernisasi yaitu produk roti, dengan meningkatkan kualitas kemasan agar lebih menarik para pembeli agar harga jual juga semakin tinggi.

Selain kualitas kemasan yang bagus, harus didukung dengan pemasaran yang maksimal melalui berbagai marketplace dan media sosial agar semakin banyak masyarakat tahu dan mengenal produk yang ditawarkan. Ini dimaksudkan sebagai kelas digitalisasi yang mampu mempromosikan produk lebih luas.

Pemanfaatan teknologi berbasis digital menjadi salah satu solusi di zaman sekarang dalam pemasaran produk. Berbagai media sosial kini hadir dalam menjembatani pelaku UMKM agar produknya semakin dikenal banyak orang.

Baca Juga: Hari Terakhir Pendaftaran! Rekrutmen Bersama BUMN 2023 Masih Buka Kuota 30.000 Pendaftar

Tahap ketiga mengupayakan produk UMKM naik kelas dengan menjangkau pasar internasional.

Misalnya, produk hiasan dinding kupu-kupu dari Bantimurung, yang dipesan orang Turki dengan harga sampai Rp 800 ribu, padahal di Indonesia hanya sekitar Rp 100 ribu per unit.

Yang dimaksud go internasional disini bukan menjajakan produk ke luar negeri, namun bagaimana membuat produk UMKM bisa diekspor dan menarik konsumen luar negeri untuk membeli.

Baca Juga: 7 Makanan yang Bisa Buat Wajah Awet Muda, Wajib Dikonsumsi Setiap Hari

Memanfaatkan media sosial ini terbuka bagi siapa saja, hingga jangkauan di seluruh dunia.

Selain dari aspek produk dan pemasaran, hak-hak konsumen harus diperhatikan oleh pelaku UMKM, seperti mengenai kesehatan dari produk atau kebersihan, komponen yang harus disediakan dan sebagainya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Winda Wahdania

Sumber: Nibros Hassani

Tags

Artikel Terkait

Terkini