Dorong Standardisasi Pasokan dan Ekonomi Desa, PLN EPI Luncurkan Marketplace Biomassa untuk Cofiring

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Rabu, 12 November 2025 | 21:30 WIB
PLN EPI merilis aplikasi marketplace biomassa untuk memperkuat pasokan cofiring pembangkit listrik, dimulai dari PLTU Adipala (660 MW, supercritical). (DOK. PLN EPI)
PLN EPI merilis aplikasi marketplace biomassa untuk memperkuat pasokan cofiring pembangkit listrik, dimulai dari PLTU Adipala (660 MW, supercritical). (DOK. PLN EPI)

Kabar BUMN - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) merilis aplikasi marketplace biomassa untuk memperkuat pasokan cofiring pembangkit listrik, dimulai dari PLTU Adipala (660 MW, supercritical).

Platform ini menghubungkan Petani/Kelompok Tani, BUMDes, Koperasi, dan agregator dengan kebutuhan bahan bakar pembangkit secara terukur mulai dari volume, mutu, hingga logistik.

Di tengah upaya cofiring, yang merupakan jembatan penting menuju dekarbonisasi pembangkit eksisting, kunci keberhasilannya ada pada kepastian pasokan, standardisasi kualitas, dan efisiensi logistik.

Baca Juga: Badak LNG Perluas Peran, Pertanian Jadi Arah Baru Ekonomi Hijau

Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero) Rizal Calvary Marimbo menegaskan, dengan marketplace, mismatch kualitas bisa ditekan, partisipasi lokal meningkat, dan operasi pembangkit menjadi lebih andal.

Sementara sisi Hulu Pasokan, Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir menjelaskan, platform ini memiliki fitur inti berupa registrasi pemasok, penawaran harga/volume, quality gate di hub, serta tracking pengiriman hingga proses penerimaan di pembangkit.

Skema digital ini disiapkan untuk direplikasi di pembangkit-pembangkit lain di jaringan PLN.

Baca Juga: Warga Pulau Komodo Rasakan Manfaat Program Berkelanjutan Hutama Karya

“Melalui skema hub – sub hub – main hub membuat suplai lebih transparan dan terstandar. Tidak semua material hayati layak bakar karena itu kriteria mutu diseragamkan agar mendekati spesifikasi batu bara, sehingga faktor kapasitas pembangkit tetap terjaga,” jelasnya.

Implementasi perdana di PLTU Adipala menargetkan pasokan cofiring yang lebih stabil.

Direktur Operasi Pembangkit Batubara PLN Indonesia Power Hanafi Nur Rifa'i menyebut, digitalisasi bukan sekadar upaya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga langkah strategis untuk membangun ekosistem energi yang lebih inklusif.

Baca Juga: Pertamina Mantapkan Langkah Menuju NZE 2060 di Panggung COP30

Melalui transformasi ini, kami berkomitmen agar transisi energi turut memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat di sekitar wilayah pembangkit.

“Dengan teknologi _supercritical_ dan penerapan cofiring, PLTU Adipala siap menyongsong target Net Zero,” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini