WIKA Kebut Pembangunan Fasilitas Pengolahan Air Limbah Zona 1 Jakarta

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Jumat, 14 November 2025 | 12:00 WIB
Pembangunan Jakarta Sewerage Development Project (JSDP) Paket 1 Zona 1 telah mencapai progress sebesar 37,21%. (DOK. WIKA)
Pembangunan Jakarta Sewerage Development Project (JSDP) Paket 1 Zona 1 telah mencapai progress sebesar 37,21%. (DOK. WIKA)

Kabar BUMN - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menyampaikan pembangunan Jakarta Sewerage Development Project (JSDP) Paket 1 Zona 1 telah mencapai progress sebesar 37,21%.

Dalam proyek ini, WIKA tergabung dalam kerja sama operasi (KSO) dengan Obayashi, Jaya Konstruksi dan JFE Engineering (OWJJ-JV) dan bertanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan struktur sipil utama.

Proyek yang berlokasi di sebelah Waduk Pluit, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara ini akan menjadi fasilitas pengolahan air limbah modern yang terintegrasi dalam sistem sanitasi kota Jakarta.

Baca Juga: ITDC Mantapkan Transformasi Berkelanjutan The Nusa Dua dengan Komitmen Bersama Tenant dan Peluncuran Program Daur Ulang Seragam

Sejumlah pekerjaan utama telah diselesaikan, antara lain pembangunan A20 & MBR Tank yang berfungsi sebagai unit pengolahan utama dalam sistem pengolahan air limbah untuk memisahkan padatan dan menghasilkan air olahan berkualitas tinggi.

Serta Lifting Pump Station sebagai fasilitas pemompaan yang berperan mengalirkan air limbah dari jaringan bawah ke unit pengolahan berikutnya.

Saat ini, beberapa pekerjaan lainnya masih terus berlangsung, termasuk pekerjaan Inlet Manhole, Sludge Treatment Building, Admin Building, High Rate Filter, dan Headworks.

Baca Juga: Hingga September 2025, BRImo digunakan 44,4 Juta User dengan Transaksi Rp25 triliun Per Hari

Seluruh proses konstruksi dilakukan dengan standar keselamatan tinggi dan pengawasan mutu yang ketat, guna memastikan hasil pembangunan yang optimal.

Dalam pelaksanaannya, WIKA menerapkan sejumlah inovasi teknik konstruksi yang menjadi terobosan penting di bidang infrastruktur bawah tanah.

Salah satu inovasi utama adalah penerapan Sand Compaction Pile (SCP) untuk memperkuat daya dukung tanah pada area dengan kondisi tanah lunak.

Baca Juga: Bank Mandiri Hadirkan Livin’ Fest 2025 di Semarang, Perkuat Sinergi UMKM dan Ekonomi Kreatif

Selain itu, metode Open Caisson digunakan untuk pekerjaan Inlet Manhole, dan Pneumatic Caisson diterapkan pada Lifting Pump Station yang menjadi penerapan pertama di Indonesia.

Inovasi ini menunjukkan kapasitas WIKA dalam mengadopsi teknologi konstruksi modern sekaligus memperkuat kompetensi nasional dalam proyek berteknologi tinggi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini