Pertumbuhan juga terlihat pada aset, dana pihak ketiga, dan pembiayaan, semuanya bertumbuh dua digit, didukung pesatnya bisnis emas.
Baca Juga: Mitos vs Fakta Tentang Budaya Kerja di Startup, Fresh Graduate Wajib Tahu
Tingginya permintaan emas nasional turut membuka peluang besar. Konsumsi emas per kapita Indonesia masih terendah di Asia Tenggara, hanya 0,17 gram.
Dengan 22,6 juta nasabah dan jaringan lebih dari seribu cabang, BSI optimistis dapat memperkuat pasar emas syariah di Tanah Air.
BSI juga mendorong pembentukan ekosistem bulion yang lebih matang, termasuk Dewan Emas Nasional dan dukungan regulasi seperti penetapan simpanan emas sebagai aset HQLA level 1.
Baca Juga: PTBA Gelar Sosialisasi Pemanfaatan Kalium Humat di Tanjung Karangan, Dorong Produktivitas Pertanian
Bank juga berharap ada dukungan likuiditas dari BI serta mekanisme repo emas untuk memperkuat stabilitas sistem keuangan.
Ke depan, BSI akan terus memperluas inovasi melalui fitur E-mas di BSI Mobile yang memudahkan transaksi beli, jual, transfer, cetak, hingga tabungan rutin emas.
Semua dirancang agar investasi emas menjadi lebih mudah, aman, dan dapat diakses seluruh lapisan masyarakat.***
Artikel Terkait
Dorong Ekonomi Rakyat, BSI Salurkan KUR Syariah untuk 800 Ribu Pelaku Usaha
Mulai dari Rp50 Ribu, BSI Ajak Gen Z Nabung Emas Syariah
BSI Buka Lowongan Kerja Jalur ODP, Tersedia Posisi untuk Lulusan S1 hingga S2 Berbagai Jurusan
Pendaftaran Rekrutmen ODP BSI Masih Dibuka, Simak Cara Daftar dan Info Lengkapnya
Perkuat Ekosistem Syariah, BSI Salurkan ZISWAF ke 300 Ribu Penerima